Padasuka.tv – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin meninjau kesiapan operasional Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 338/Talaga Manggung di Marshalling Area Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Jumat (25/9/2026). Kunjungan kerja ini menjadi rangkaian lanjutan agenda Menhan di wilayah Jawa Barat, dengan fokus utama memastikan kesiapan satuan yang mengemban fungsi ganda: tempur dan teritorial pembangunan.
Kunjungan diawali dengan pemaparan dari Komandan Yonif TP 338/Talaga Manggung mengenai kondisi kesiapan satuan, termasuk dukungan sarana dan prasarana pangkalan. Menhan kemudian meninjau langsung sejumlah fasilitas di area kesatrian sebelum memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit. Turut mendampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Sekretaris Jenderal Kemhan, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan, serta Kepala Staf Kodam III/Siliwangi.
Dalam pengarahannya, Sjafrie menegaskan bahwa pembangunan Yonif TP di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia merupakan bagian dari implementasi Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) serta strategi pertahanan pulau-pulau besar. Menurutnya, satuan ini disiapkan agar siap menghadapi setiap dinamika kontinjensi, baik dalam Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Dua Fungsi Utama Yonif TP 338/Talaga Manggung
Sjafrie merinci bahwa Yonif Teritorial Pembangunan mengemban dua fungsi yang tidak bisa dipisahkan. Sebagai satuan tempur, setiap prajurit wajib menguasai kemampuan mendasar seperti menembak, beladiri, dan patroli taktis untuk mencari serta menemukan sasaran. Di sisi lain, fungsi teritorial pembangunan menuntut prajurit memiliki keterampilan di bidang konstruksi, produksi—meliputi peternakan, perikanan, dan pertanian—serta pelayanan kesehatan.
Menhan memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya membangun tradisi satuan sebagai sarana memelihara kebanggaan dan kehormatan prajurit. Menurutnya, fasilitas latihan seperti lapangan tembak dan sarana-prasarana pendukung lainnya merupakan bagian dari kehormatan satuan yang harus dioptimalkan melalui latihan menembak secara rutin. Sjafrie juga berpesan agar kesiapsiagaan dan kemampuan satuan terus diwujudkan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di sekitarnya.

Peninjauan ini juga menyoroti aspek kesiapan logistik dan dukungan pangkalan yang menjadi fondasi operasional satuan. Pemaparan dari komandan batalyon mencakup kondisi personel, perlengkapan, serta fasilitas pendukung yang tersedia di kesatrian. Menhan menilai bahwa optimalisasi sarana latihan, terutama lapangan tembak, harus menjadi prioritas agar kemampuan tempur prajurit tetap terpelihara.
Baca Juga:
Dari sisi pembangunan daerah, kehadiran Yonif TP 338/Talaga Manggung di Kertajati mendapat apresiasi dari Bupati Majalengka Eman Suherman yang turut hadir dalam kunjungan tersebut. Eman menilai satuan ini memberi dampak positif secara langsung dalam mendorong pertumbuhan perekonomian daerah serta memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masyarakat sekitar. Pernyataan ini menegaskan bahwa fungsi teritorial pembangunan tidak hanya bersifat pertahanan, tetapi juga menyentuh aspek sosial-ekonomi warga.
Dampak Ekonomi dan Pemberdayaan UMKM
Kehadiran satuan teritorial pembangunan di Kertajati dinilai membuka ruang kolaborasi antara prajurit dan masyarakat dalam kegiatan produksi maupun pelayanan. Keterampilan konstruksi, pertanian, perikanan, dan peternakan yang dimiliki prajurit berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terutama di wilayah yang tengah berkembang seperti kawasan Kertajati. Pemberdayaan UMKM menjadi salah satu titik temu antara fungsi pertahanan dan pembangunan ekonomi daerah.
Dalam konteks yang lebih luas, pembangunan Yonif TP di berbagai daerah merupakan bagian dari strategi pertahanan yang menempatkan rakyat sebagai subjek utama. Sishankamrata menuntut keterlibatan seluruh komponen bangsa, dan satuan teritorial pembangunan menjadi instrumen untuk menjembatani kebutuhan pertahanan dengan kebutuhan pembangunan. Sjafrie menegaskan bahwa kesiapan satuan dalam OMP maupun OMSP harus terus dipelihara agar setiap dinamika kontinjensi dapat dihadapi dengan baik.

Peninjauan fasilitas kesatrian oleh Menhan mencakup area latihan dan sarana pendukung yang menjadi bagian dari kehormatan satuan. Latihan menembak secara rutin disebut sebagai salah satu cara menjaga tradisi dan kebanggaan prajurit. Selain itu, kemampuan beladiri dan patroli taktis tetap menjadi kompetensi dasar yang wajib dikuasai setiap personel, terlepas dari peran teritorial yang diemban.
Kunjungan kerja Menhan RI ke Majalengka ini melengkapi rangkaian agenda pertahanan di wilayah Jawa Barat. Kehadiran Wakil Panglima TNI, Wakasad, Sekjen Kemhan, Kabaloghan Kemhan, dan Kasdam III/Siliwangi menunjukkan bahwa peninjauan ini melibatkan lintas institusi dalam memastikan kesiapan satuan. Kolaborasi antar lembaga ini menjadi indikator bahwa pembangunan Yonif TP tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam kerangka pertahanan nasional.
Bagi masyarakat Kertajati dan sekitarnya, keberadaan Yonif TP 338/Talaga Manggung membawa konsekuensi ganda. Di satu sisi, satuan ini memperkuat aspek pertahanan dan keamanan wilayah. Di sisi lain, fungsi teritorial pembangunan membuka peluang pemberdayaan ekonomi melalui keterampilan produksi dan pelayanan kesehatan yang dimiliki prajurit. Apresiasi Bupati Majalengka menegaskan bahwa sinergi antara satuan dan pemerintah daerah menjadi kunci agar dampak positif dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Sjafrie menutup pengarahannya dengan pesan agar kesiapsiagaan dan kemampuan satuan terus diwujudkan. Fokus pada tradisi satuan, optimalisasi fasilitas latihan, serta penguasaan kemampuan tempur dan teritorial menjadi tiga pilar yang harus dijaga. Pembangunan Yonif TP di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia disebut selaras dengan strategi pertahanan pulau-pulau besar, sehingga setiap satuan dituntut siap menghadapi berbagai kemungkinan dinamika kontinjensi.

Rangkaian kunjungan kerja ini menegaskan bahwa pembangunan satuan teritorial tidak semata soal kekuatan tempur. Aspek pembangunan ekonomi, pemberdayaan UMKM, dan pelayanan kesehatan menjadi bagian tak terpisahkan dari fungsi Yonif TP. Dengan demikian, kehadiran satuan di daerah seperti Kertajati diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi pertahanan nasional berbasis Sishankamrata.
Informasi lebih lanjut mengenai kebijakan pertahanan dan program pemerintah dapat diakses melalui kanal resmi Kemhan. Publik dapat memantau perkembangan agenda kunjungan kerja Menhan serta program pembangunan satuan teritorial di berbagai daerah melalui sumber-sumber resmi yang tersedia.























