Padasuka.tv – Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Donny Ermawan Taufanto bersama Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Republik Prancis H.E. Mrs. Catherine Vautrin meninjau pembangunan dua kapal selam Scorpène Evolved di PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (24/9/2026). Kunjungan kerja ini menjadi penanda penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Prancis, khususnya pada bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan industri pertahanan.
Rangkaian kunjungan dimulai dari Akademi Angkatan Laut (AAL). Di lokasi tersebut, Wamenhan RI dan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis menyaksikan tayangan profil AAL dan meninjau langsung berbagai kegiatan para taruna. Perhatian khusus diberikan pada kegiatan para kadet AAL yang tengah mengikuti pembelajaran Bahasa Prancis, sebuah langkah awal yang sejalan dengan kebutuhan alih teknologi dari program kapal selam.
Agenda kemudian berlanjut ke fasilitas PT PAL. Dalam sambutannya, Wamenhan RI menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Prancis, Naval Group, PT PAL Indonesia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendorong kerja sama pertahanan kedua negara. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut terus diarahkan untuk berkembang menjadi kemitraan industri strategis.
Salah satu wujud nyata kemitraan itu adalah pembangunan dua kapal selam Scorpène Evolved di Indonesia. Wamenhan RI berharap kerja sama tersebut dapat terus berkembang, mulai dari Transfer of Technology, Knowledge, dan Capability, hingga pada akhirnya menuju Joint Development. Program Scorpène diharapkan menjadi salah satu unggulan dalam kerja sama industri pertahanan Indonesia-Prancis sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas pada masa mendatang.

Dalam sesi tersebut, rombongan menerima penjelasan langsung dari PT PAL Indonesia dan Naval Group mengenai program pembangunan Kapal Selam Scorpène. Paparan ini mencakup progres teknis hingga rencana pengembangan kapabilitas industri dalam negeri. Setelah menerima penjelasan, rombongan melanjutkan peninjauan ke sejumlah fasilitas dan area produksi PT PAL.
Kunjungan ini turut didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi pertahanan. Hadir dalam rombongan antara lain Wakasal, Pangkohanudnas, Dirjen Strahan Kemhan, Dirjen Pothan Kemhan, Dirjen Kuathan Kemhan, Kapus Alpalhan Baloghan Kemhan, serta Dirkersinhan Ditjen Strahan Kemhan. Kehadiran jajaran tersebut menegaskan bahwa program kapal selam nasional merupakan proyek strategis yang melibatkan lintas institusi.
Scorpène Evolved dan Arah Kemitraan Industri Strategis
Program pembangunan dua kapal selam Scorpène Evolved di Indonesia menjadi fondasi penting bagi penguatan kemandirian industri pertahanan nasional. Melalui skema Transfer of Technology, Knowledge, dan Capability, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna akhir, tetapi juga didorong untuk menguasai proses produksi dan pemeliharaan. Tahapan ini dinilai krusial sebelum kedua negara melangkah ke fase Joint Development yang lebih setara.
Kemitraan dengan Naval Group sebagai produsen kapal selam asal Prancis menempatkan PT PAL Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan. Kolaborasi ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri pertahanan global. Bagi Prancis, kerja sama ini menjadi pintu masuk memperluas pengaruh industri pertahanannya di Asia Tenggara.
Baca Juga:
Penguasaan teknologi kapal selam juga berdampak pada pengembangan SDM pertahanan dalam negeri. Pembelajaran Bahasa Prancis oleh para kadet AAL menjadi indikasi bahwa kesiapan personel disiapkan sejak dini. Kebutuhan komunikasi teknis dengan mitra Prancis menuntut kompetensi bahasa yang memadai, terutama dalam proses alih pengetahuan dan dokumentasi teknis.

Dari sisi anggaran dan perencanaan, program kapal selam menjadi bagian dari modernisasi alutsista yang berjalan bertahap. Pemerintah menempatkan industri pertahanan sebagai sektor yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan. Keterlibatan BUMN seperti PT PAL sejalan dengan upaya penguatan kapasitas industri dalam negeri di berbagai sektor, termasuk inovasi teknologi terapan seperti yang dilakukan dosen UMSU dalam pengembangan energi mikrohidro.
Kunjungan Wamenhan RI dan Menteri Angkatan Bersenjata Prancis ke PT PAL menegaskan komitmen kedua negara untuk menjaga momentum kerja sama. Peninjauan fasilitas produksi menjadi sarana verifikasi langsung terhadap kesiapan infrastruktur dan tenaga kerja. Dengan demikian, evaluasi terhadap program Scorpène dapat dilakukan secara transparan dan terukur.
Dampak bagi Industri Pertahanan dan Kemitraan Bilateral
Pembangunan kapal selam Scorpène Evolved di Indonesia berpotensi memperkuat posisi PT PAL sebagai galangan kapal strategis di kawasan Asia Tenggara. Pengalaman mengerjakan proyek kapal selam membuka peluang bagi perusahaan untuk terlibat dalam proyek-proyek maritim lain, baik domestik maupun regional. Hal ini juga dapat menarik minat mitra industri pertahanan lain untuk menjajaki kerja sama serupa.
Bagi Prancis, keterlibatan Naval Group dalam program ini memperkuat jejak industri pertahanannya di Indonesia. Kerja sama tersebut mencerminkan hubungan bilateral yang tidak hanya bersifat transaksional, tetapi juga berorientasi jangka panjang. Kedua negara menunjukkan bahwa kemitraan strategis dapat diwujudkan melalui transfer teknologi dan pengembangan kapabilitas bersama.

Program ini juga bersinggungan dengan agenda besar pembangunan nasional lainnya. Pemerintah tengah mendorong penguatan sektor pangan dan energi melalui berbagai inisiatif, seperti pengembangan bioetanol nasional serta program gizi yang diperkuat BGN. Dalam konteks yang lebih luas, penguatan industri pertahanan menjadi salah satu pilar kedaulatan negara yang berjalan seiring dengan pembangunan di sektor lain.
Ke depan, keberhasilan program Scorpène akan menjadi tolok ukur bagi kerja sama industri pertahanan Indonesia-Prancis. Tahapan Transfer of Technology, Knowledge, dan Capability yang berjalan sesuai rencana akan membuka jalan menuju Joint Development. Apabila terealisasi, fase tersebut menandai level kemitraan yang lebih setara antara kedua negara di bidang industri pertahanan.
Rangkaian kunjungan ke AAL dan PT PAL menunjukkan bahwa aspek SDM dan industri berjalan beriringan. Pembelajaran Bahasa Prancis oleh kadet AAL menjadi investasi jangka panjang untuk mendukung operasional dan pemeliharaan kapal selam. Sementara itu, peninjauan fasilitas produksi memastikan kesiapan teknis galangan dalam negeri.
Informasi lebih lanjut mengenai program pembangunan Kapal Selam Scorpène dapat diakses melalui kanal resmi Kementerian Pertahanan RI dan PT PAL Indonesia. Publik dapat memantau perkembangan proyek strategis ini seiring tahapan yang berlangsung pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya.























