Padasuka.tv – Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menggandeng BINUS University dalam program Campuspreneur, menambah daftar kampus peserta menjadi 25 perguruan tinggi. Penambahan ini ditandai dengan kuliah umum bertema “Campuspreneur: Pengembangan Wirausaha Muda Berorientasi Ekspor” yang digelar di BINUS University, Alam Sutera, Tangerang, Banten, pada Jumat (25/9). Menteri Perdagangan Budi Santoso—akrab disapa Mendag Busan—menyampaikan langsung materi tersebut di hadapan mahasiswa, dosen, serta pelaku UMKM binaan kampus.
Sinergi ini dikukuhkan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) implementasi Tridarma Perguruan Tinggi di bidang perdagangan. Rektor BINUS University, Nelly, dan Sekretaris Jenderal Kemendag, Isy Karim, menandatangani MoU tersebut dengan disaksikan Mendag Busan. Menurut Mendag, langkah ini memperkuat ekosistem yang melahirkan wirausaha muda berorientasi ekspor.
“Bergabungnya BINUS University hari ini menandakan Kemendag telah menjalin sinergi dengan 25 kampus untuk mengembangkan ekosistem wirausaha di perguruan tinggi. Kami harap, BINUS University menjadi contoh terbentuknya calon pengusaha dari kampus,” ujar Mendag Busan dalam keterangan resminya.

Enam LoI UMKM Binaan BINUS dengan Ritel Modern
Rangkaian acara tidak berhenti pada seremoni MoU. Setelah penandatanganan, Kemendag memfasilitasi enam Letter of Intent (LoI) antara UMKM binaan BINUS University dan ritel modern sebagai tindak lanjut komitmen perluasan akses pasar produk UMKM. Lima UMKM menandatangani LoI dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), sementara satu UMKM menjalin LoI dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Perwakilan kedua asosiasi hadir dalam kegiatan tersebut.
Campuspreneur sendiri merupakan salah satu klaster dalam Program Dari Lokal untuk Global yang diusung Kemendag. Program ini dirancang membekali civitas academica dengan pengetahuan untuk menjadi wirausaha muda yang mengisi pasar dalam dan luar negeri. Aktivitasnya mencakup pelatihan ekspor dan pendampingan usaha, melengkapi dua program utama Kemendag lainnya: Pengamanan Pasar Dalam Negeri dan Perluasan Pasar Ekspor.
Rektor BINUS University, Nelly, menekankan bahwa produk yang baik saja tidak cukup. Pelaku usaha perlu memahami pasar, memiliki strategi dan jejaring, berani belajar, serta mampu menangkap peluang. “Campuspreneur menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk belajar langsung dari para praktisi, membangun koneksi, serta memahami perjalanan bisnis dari pasar lokal menuju pasar global,” kata Nelly.
Baca Juga:
Salah satu peserta kuliah umum, Lanang Bayu Triaji, mahasiswa Program Studi International Business Management (IBM) BINUS University, berharap Campuspreneur mendorong mahasiswa dan pelaku usaha muda lebih percaya diri mengembangkan bisnis di pasar internasional. “Harapan saya, para peserta dapat memahami materi yang telah diberikan dan semakin berani mengambil peluang untuk go international,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Kemendag membuka sejumlah klinik layanan bagi peserta: Klinik Konsultasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Perizinan; Klinik Desain; Klinik Ekspor; Klinik Standar, Kemasan, dan Mutu; Klinik Sertifikasi; serta Klinik Kemitraan. Dibuka pula Klinik Konsultasi Program Magang pada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk menarik minat mahasiswa magang di kantor perwakilan dagang.
Ekspor 1.560 Ton Arang Tempurung ke Tiongkok
Setelah kuliah umum, Mendag Busan melepas ekspor 1.560 ton produk arang tempurung kelapa (coconut charcoal) ke Tiongkok senilai USD 1,34 juta atau sekitar Rp23 miliar. Ekspor dilakukan FUTRA Export, salah satu pelaku usaha binaan BINUS University. Pengiriman terdiri atas 60 kontainer yang akan dimanfaatkan sebagai bahan baku karbon aktif (activated carbon) di Tiongkok.
Pendiri FUTRA Export, Steven Magnus, mengaku telah memanfaatkan berbagai fasilitasi Kemendag untuk mengembangkan ekspornya. “Program-program Kemendag sangat membantu perkembangan ekspor kami. Kami telah memanfaatkan fasilitasi penjajakan bisnis (business matching), rutin mengikuti TEI, serta mendapatkan bantuan perwadag untuk memvalidasi latar belakang calon-calon mitra usaha prospektif kami di luar negeri,” ujar Steven, yang juga alumni Export Coaching Program Kemendag.
Peserta Campuspreneur terpilih memiliki kesempatan mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Kemendag menyediakan stan khusus Campuspreneur untuk produk-produk yang terkurasi.
Selain Campuspreneur, klaster lain dalam Program Dari Lokal untuk Global adalah UMKM BeranI Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (BISA Ekspor). Program ini memungkinkan UMKM mencari pasar luar negeri melalui fasilitasi jaringan perwakilan dagang (perwadag) RI. Kemendag menempatkan 46 perwadag RI di 33 negara untuk mempromosikan produk lokal dan mempertemukan UMKM dengan calon pembeli internasional lewat penjajakan bisnis.
Fasilitasi Program UMKM BISA Ekspor pada Januari—Agustus 2026 mencatatkan nilai USD 346,99 juta, naik signifikan dibanding 2025 yang mencatatkan transaksi USD 134,87 juta. “Jadi, tidak perlu minder atau ragu jika belum pernah ekspor, karena tidak semua peserta UMKM BISA Ekspor sudah pernah ekspor. Indonesia juga tidak kekurangan produk karena UMKM kita memiliki banyak produk yang bagus. Justru hal penting yang harus dimiliki adalah konsistensi menjaga produk dan kemampuan memasarkannya,” kata Mendag Busan.
Perluasan jejaring kampus dan ritel modern ini menjadi salah satu jalur Kemendag memperkuat basis eksportir baru dari kalangan muda. Bagi kampus yang ingin mengikuti jejak BINUS, informasi lebih lanjut dapat dipantau melalui kanal resmi Kemendag. Sementara itu, program pendampingan UMKM lain seperti penguatan metrologi dan pengembangan pilar ekonomi komunitas lewat jaringan ritel menunjukkan pola serupa: kolaborasi lintas lembaga untuk memperluas akses pasar. Di sisi lain, pengawasan tata kelola anggaran dan program pemerintah tetap menjadi sorotan, seperti dalam investigasi temuan BPK serta kinerja penerimaan negara di sektor lain.























