Padasuka.tv – Badan Gizi Nasional (BGN) membuka pengadaan jasa lainnya perorangan di lingkungan lembaga tersebut untuk tahun anggaran 2025, langkah administratif yang menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di tengah sorotan publik. Pengumuman itu muncul bersamaan dengan deretan pernyataan resmi pemerintah yang menegaskan kelanjutan program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
BGN sendiri merupakan lembaga non-kementerian yang dibentuk melalui Perpres No. 83 Tahun 2024. Lembaga ini diberi mandat memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi seluruh masyarakat Indonesia melalui program yang terstruktur, terukur, dan berbasis data. Program MBG menjadi instrumen utama BGN dalam menjalankan misi tersebut.
Dalam sejumlah pernyataan resmi, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya melanjutkan MBG. “MBG Diteruskan untuk Bangun Generasi Sehat dan Cerdas,” demikian pernyataan Prabowo yang dikutip dari KOMPAS pada 1 Juni 2026. Ia juga menegaskan program ini tidak boleh disertai penyelewengan, seperti dikutip KOMPAS pada 16 Mei 2026.
Dampak MBG Menurut Data Resmi
Sejumlah kementerian dan lembaga merilis data pendukung keberlanjutan program. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) menyatakan banyak dampak positif telah muncul, dengan 43 juta siswa disebut ingin MBG dilanjutkan—data yang dilaporkan VIVA pada 12 Juni 2026.
Dari sisi pertanian, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) menyebut MBG meningkatkan serapan komoditas pertanian. Pernyataan ini dimuat ANTARA pada 26 Mei 2026, menegaskan program tidak hanya menyasar sisi gizi, tetapi juga permintaan hasil tani nasional.
Presiden Prabowo juga menerima hasil kajian Dewan Ekonomi Nasional (DEN) soal MBG. Menurut laporan ANTARA pada 9 Juni 2026, kajian tersebut menyimpulkan program berdampak positif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Baca Juga:
Metro TV pada 6 Juni 2026 melaporkan MBG disebut sebagai program yang berdampak langsung terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Senada, DPR RI melalui laman resminya pada 20 Mei 2026 menyebut MBG sebagai investasi jangka panjang pemerintah untuk SDM Indonesia.
Sementara itu, riset Universitas Indonesia (UI) menemukan MBG direspons positif oleh masyarakat menengah ke bawah. Temuan ini diberitakan ANTARA pada 6 Mei 2026, memberi gambaran penerimaan publik pada segmen yang menjadi sasaran utama program.
Sasaran dan Tujuan Strategis BGN
BGN menetapkan sasaran penerima manfaat yang mencakup peserta didik SD, SMP, SMA sederajat, serta santri. Cakupan ini meliputi pendidikan umum, kejuruan, keagamaan, pendidikan khusus, layanan khusus, dan pesantren. Selain itu, program menyasar anak usia di bawah lima tahun, serta ibu hamil dan menyusui.
Untuk kelompok ibu hamil dan menyusui, BGN menyatakan fokus pada pemastian kesehatan gizi demi kesehatan ibu dan bayi, sekaligus mendukung pertumbuhan serta perkembangan buah hati. Adapun bagi anak usia dini, BGN menjalankan pemantauan dan dukungan gizi intensif pada periode emas perkembangan.
BGN memaparkan enam tujuan strategis. Pertama, status gizi baik bagi setiap individu generasi mendatang sebagai modal kesehatan dan kecerdasan. Kedua, morbiditas dan mortalitas rendah, terutama pada ibu, bayi, dan anak-anak, melalui intervensi gizi yang tepat dan berkelanjutan.
Ketiga, partisipasi sekolah tinggi, dengan jaminan anak-anak Indonesia dapat mengakses pendidikan secara baik berkat dukungan gizi memadai. Keempat, penurunan biaya pengobatan seiring generasi yang lebih sehat. Kelima, peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dalam jangka panjang dari generasi yang sehat dan produktif. Keenam, percepatan menuju Indonesia Emas.
Dalam konteks waktu tahun 2026, rangkaian pernyataan resmi dan data dari berbagai institusi menunjukkan MBG masih menjadi prioritas kebijakan. Pengadaan jasa perorangan di lingkungan BGN untuk TA 2025 menjadi bagian dari operasionalisasi mandat lembaga tersebut.
BGN juga menyediakan Portal Geospasial Gizi Nasional melalui gina.bgn.go.id. Portal ini menyajikan data spasial terkait Program Pemenuhan Gizi, mulai dari persebaran lokasi hingga informasi capaian di setiap wilayah. Tujuannya mendukung pemerataan gizi nasional.
Untuk pengaduan masyarakat, BGN terhubung dengan SP4N LAPOR!. Kanal resmi ini menerima laporan terkait layanan gizi. BGN menyatakan komitmennya mewujudkan pelayanan yang lebih responsif dan transparan melalui mekanisme tersebut.
Informasi lebih lanjut mengenai lembaga dan program dapat diakses melalui halaman Tentang Kami. Sejumlah pernyataan pejabat yang dimuat media nasional sepanjang Mei hingga Juni 2026 mengonfirmasi bahwa MBG akan diteruskan, dengan penekanan pada pencegahan penyelewengan.
Bagi publik, kelanjutan program ini berdampak langsung pada siswa, orang tua, pelaku UMKM, dan petani sebagai pemasok komoditas. Pengumuman pengadaan di lingkungan BGN menandakan tahapan administratif berjalan, seiring janji pemerintah menjaga akuntabilitas pelaksanaan di lapangan.
[ META_DESCRIPTION]
BGN buka pengadaan jasa lainnya perorangan TA 2025. Program MBG dipastikan lanjut dengan dukungan data resmi kementerian dan hasil kajian DEN.























