• Tentang Kami
  • Kerja Sama
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
padasuka.tv
Advertisement
  • Beranda
  • Podcast & Video
  • Kabar
    • All
    • Keagamaan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan 11 proyek hilirisasi nikel di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara

    Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Rp180 Triliun

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada acara ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park, Halmahera Tengah, Maluku Utara

    Prabowo: Ekspor Perdana Baterai EV Bukti Hilirisasi Jalan

    Menko Muhaimin meninjau pengembangan kopi Arabika Manglayang bersama Kelompok Tani Putra Manglayang di Kabupaten Bandung

    36 Ton Kopi Manglayang Masih Dijual Mentah, Menko Muhaimin Soroti Nilai Tambah

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah melindungi investasi di kawasan IWIP Maluku Utara

    Prabowo Tegaskan Komitmen Lindungi Investasi di IWIP

    Ekshibitor furnitur dan kriya bersertifikat hijau bersiap di Hall 9 TEI ke-41 ICE BSD City

    Furnitur dan Kriya Bersertifikat Hijau Siap Tampil di TEI ke-41

    Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis Badan Gizi Nasional untuk siswa Indonesia

    BGN Tegaskan Program MBG Berlanjut di 2026, 43 Juta Siswa Terdampak

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
    • Keagamaan
    • Sosial Budaya
    • Politik
  • Kajian & Opini
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi Buku
  • Khazanah Keislaman
  • Kisah Sejarah
  • Ad-Release
    Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

    Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

    Penjualan Melampaui 50 Persen, Pacific Garden Puri Luncurkan Show Unit Type 8 Exclusive Modern untuk Penuhi Kebutuhan Keluarga Muda

    Penjualan Melampaui 50 Persen, Pacific Garden Puri Luncurkan Show Unit Type 8 Exclusive Modern untuk Penuhi Kebutuhan Keluarga Muda

    Pacific Garden Puri Dirancang Sebagai Hunian Ideal Bagi Keluarga Muda Urban.

    Pacific Garden Puri Dirancang Sebagai Hunian Ideal Bagi Keluarga Muda Urban.

    Mengenal Padasuka TV: Media Online yang Mengupas Beragam Isu Sosial, Politik, Budaya, dan Keagamaan di Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Podcast & Video
  • Kabar
    • All
    • Keagamaan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan 11 proyek hilirisasi nikel di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara

    Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Rp180 Triliun

    Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada acara ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park, Halmahera Tengah, Maluku Utara

    Prabowo: Ekspor Perdana Baterai EV Bukti Hilirisasi Jalan

    Menko Muhaimin meninjau pengembangan kopi Arabika Manglayang bersama Kelompok Tani Putra Manglayang di Kabupaten Bandung

    36 Ton Kopi Manglayang Masih Dijual Mentah, Menko Muhaimin Soroti Nilai Tambah

    Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah melindungi investasi di kawasan IWIP Maluku Utara

    Prabowo Tegaskan Komitmen Lindungi Investasi di IWIP

    Ekshibitor furnitur dan kriya bersertifikat hijau bersiap di Hall 9 TEI ke-41 ICE BSD City

    Furnitur dan Kriya Bersertifikat Hijau Siap Tampil di TEI ke-41

    Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis Badan Gizi Nasional untuk siswa Indonesia

    BGN Tegaskan Program MBG Berlanjut di 2026, 43 Juta Siswa Terdampak

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
    • Keagamaan
    • Sosial Budaya
    • Politik
  • Kajian & Opini
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi Buku
  • Khazanah Keislaman
  • Kisah Sejarah
  • Ad-Release
    Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

    Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

    Penjualan Melampaui 50 Persen, Pacific Garden Puri Luncurkan Show Unit Type 8 Exclusive Modern untuk Penuhi Kebutuhan Keluarga Muda

    Penjualan Melampaui 50 Persen, Pacific Garden Puri Luncurkan Show Unit Type 8 Exclusive Modern untuk Penuhi Kebutuhan Keluarga Muda

    Pacific Garden Puri Dirancang Sebagai Hunian Ideal Bagi Keluarga Muda Urban.

    Pacific Garden Puri Dirancang Sebagai Hunian Ideal Bagi Keluarga Muda Urban.

    Mengenal Padasuka TV: Media Online yang Mengupas Beragam Isu Sosial, Politik, Budaya, dan Keagamaan di Indonesia

No Result
View All Result
padasuka.tv
No Result
View All Result
Home Kabar

Mendag Busan Tolak Pangan Jadi Alat Tekan Geopolitik di G20 TMM

Tim Redaksi by Tim Redaksi
1 Oktober 2026 19:05
in Kabar
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Mendag Busan menyampaikan intervensi dalam Sesi I G20 Trade Ministers' Meeting di Milwaukee, Wisconsin

Mendag Busan menegaskan ketahanan pangan bukan instrumen tekanan geopolitik dalam Sesi I G20 TMM di Milwaukee.

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LinkedinEmail

Padasuka.tv – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak boleh dijadikan instrumen tekanan geopolitik. Penegasan itu disampaikan Mendag Busan dalam Sesi I Pertemuan Menteri Perdagangan G20 (G20 Trade Ministers’ Meeting/TMM) pada Rabu, 30 September 2026, di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Sesi tersebut mengusung tema “Weaponization of Food through Coercive Trade Actions”, sebuah judul yang terdengar seperti peringatan halus bagi siapa pun yang gemar memainkan komoditas pangan sebagai alat tawar politik.

Mendag Busan datang ke forum itu dengan pesan yang lugas. Menurutnya, komoditas pangan adalah fondasi martabat manusia, bukan amunisi diplomasi. “Komoditas pangan harus menjadi fondasi martabat manusia. Pangan tidak boleh dijadikan instrumen pemaksaan. Tugas kita jelas, yaitu mengatasi perbedaan, memperkuat kerja sama pragmatis, dan memastikan pangan tetap menjadi jembatan antarbangsa,” tegasnya saat menyampaikan intervensi. Turut mendampingi Mendag Busan, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI Johni Martha.

Posisi Indonesia dalam forum itu sejalan dengan agenda perdagangan yang dibawa delegasi ke Amerika Serikat. Sebelumnya, publikasi mengenai kehadiran delegasi RI di Milwaukee juga menjadi sorotan, sebagaimana diulas dalam laporan Mendag Busan ke AS.

Dalam sesi tersebut, Indonesia menegaskan bahwa sistem perdagangan multilateral yang terbuka, dapat diprediksi, dan berbasis aturan tetap menjadi salah satu fondasi yang perlu dipertahankan. Karena itu, Indonesia mendorong kemajuan perundingan pertanian dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Fokusnya dua hal yang sudah lama menggantung: solusi permanen untuk cadangan pangan pemerintah (Public Stockholding) demi tujuan ketahanan pangan, serta Special Safeguard Mechanism bagi negara berkembang.

Mendag Busan berbicara dalam Sesi I G20 Trade Ministers' Meeting di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat

Menurut Mendag Busan, public stockholding yang digunakan secara proporsional dan transparan dapat menjembatani periode surplus dan kelangkaan pangan. Mekanisme itu juga menjaga akses pangan bagi masyarakat rentan serta menyediakan pasar yang dapat diandalkan bagi petani kecil. Sementara itu, Special Safeguard Mechanism diperlukan sebagai instrumen pengamanan bagi negara berkembang ketika menghadapi lonjakan impor atau penurunan harga yang signifikan.

Mendag Busan menjelaskan bahwa ketahanan pangan bertumpu pada dua hal: akses pangan yang dapat diprediksi dan sistem pangan nasional yang tangguh. Keduanya perlu berjalan sesuai prinsip dan tujuan sistem perdagangan global. Ia juga menekankan bahwa setiap negara memiliki hak yang sah untuk menjaga ketahanan pangan dan menjalankan kebijakan publik untuk kepentingan masyarakat. “Setiap negara memiliki hak yang sah untuk menjaga ketahanan pangan dan menjalankan kebijakan publik yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Hak tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab,” kata Mendag Busan.

Yang menarik, Mendag Busan tidak menempatkan ketahanan pangan semata sebagai urusan kemanusiaan. Ia menyebut pembangunan sistem pangan nasional yang tangguh sebagai bagian dari strategi ekonomi. Sistem pangan yang tangguh turut memengaruhi neraca perdagangan, produktivitas, kesehatan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi. “Investasi pada sistem pangan yang tangguh bukanlah semata dipandang sebagai bantuan sosial, melainkan bagian dari manajemen risiko,” tegasnya. Dengan kata lain, pangan bukan pos belas kasihan di anggaran, melainkan pos pertahanan ekonomi.

Baca Juga:

  • Mentan Amran Jamin Pangan dan Biodiesel B50 di Ratas Istana
  • Polbeng-PHR Latih 30 Warga Rokan Hilir Jadi Juru Las Bersertifikat BNSP

Dari sisi Amerika Serikat, Perwakilan Dagang AS (USTR) Duta Besar Jamieson Greer menegaskan dalam sambutannya bahwa perdagangan pangan, produk pertanian, dan input pertanian tidak dapat digunakan sebagai instrumen tekanan ekonomi atau politik. Menurut Greer, praktik semacam itu dapat mendistorsi persaingan dan mengikis kepercayaan terhadap sistem perdagangan global. Ia menyatakan seluruh anggota negara-negara G20 memiliki kesempatan yang sama untuk menghasilkan langkah bersama dalam merespons penggunaan perdagangan pangan sebagai instrumen tekanan serta mengurangi dampak negatif yang ditimbulkannya.

Pernyataan Greer itu praktis memperkuat posisi Indonesia. Dua negara dengan kepentingan dagang yang tidak selalu sejalan kini berbicara dalam nada yang sama: pangan jangan dijadikan senjata. Namun, kesamaan retorika di atas panggung multilateral tidak otomatis berarti kesamaan langkah di meja perundingan. Justru di titik itulah ujian sesungguhnya dimulai.

Dari Retorika ke Perundingan WTO

Bagi Indonesia, hasil konkret dari G20 TMM terletak pada apakah dorongan terhadap perundingan pertanian WTO berjalan atau kembali mandek. Dua isu yang diangkat delegasi RI, yakni public stockholding dan Special Safeguard Mechanism, bukan perkara baru. Keduanya telah lama menjadi ganjalan antara negara berkembang dan negara maju. Negara berkembang menilai kedua instrumen itu kebutuhan dasar untuk melindungi petani dan konsumen; sebagian negara maju melihatnya sebagai potensi distorsi pasar.

Argumen Mendag Busan menempatkan public stockholding dalam kerangka fungsional: menjembatani periode surplus dan kelangkaan, menjaga akses pangan masyarakat rentan, dan menyediakan pasar yang dapat diandalkan bagi petani kecil. Adapun Special Safeguard Mechanism diposisikan sebagai jaring pengaman ketika lonjakan impor atau penurunan harga mengancam sektor domestik. Keduanya dibingkai sebagai alat ketahanan, bukan proteksi sembarangan.

Isu pangan memang bukan wilayah kerja Kementerian Perdagangan semata. Di dalam negeri, koordinasi lintas kementerian menjadi kunci, termasuk dengan Kementerian Pertanian. Langkah pemerintah menjaga pasokan dan kebijakan energi berbasis komoditas pertanian juga sempat dibahas dalam rapat terbatas, seperti tergambar dalam pemberitaan soal jaminan pangan di Istana.

Ketahanan pangan juga bersinggungan dengan persoalan struktural lain, termasuk sengketa lahan yang memengaruhi produksi. Penanganan konflik agraria, misalnya, tercatat dalam proses fasilitasi 37 kasus agraria oleh pemerintah. Ini pengingat bahwa diplomasi pangan di forum internasional hanya sekuat kondisi domestik di belakangnya.

Di luar jalur diplomasi, pemerintah juga menaruh perhatian pada peningkatan kapasitas tenaga kerja dan sektor produktif. Program pelatihan seperti yang dilakukan Polbeng-PHR bagi warga Rokan Hilir menunjukkan bahwa agenda produktivitas berjalan paralel dengan kebijakan pangan dan perdagangan. Sementara itu, kebijakan fiskal yang menyentuh masyarakat luas, misalnya permintaan Presiden agar biaya haji tidak membebani jemaah, memperlihatkan pola pemerintahan yang sama: menjaga daya beli dan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar.

Kembali ke Milwaukee, posisi Indonesia dalam Sesi I G20 TMM dapat dibaca sebagai upaya menjaga ruang kebijakan domestik di tengah tekanan global. Dengan menolak pangan sebagai instrumen tekanan geopolitik, Indonesia sekaligus mempertahankan hak negara berkembang untuk menjalankan kebijakan publik demi kepentingan rakyatnya. Pertanyaannya kini bukan lagi soal siapa yang berbicara paling lantang di forum, melainkan apakah kesepakatan di WTO benar-benar bergerak. Sebab, tanpa kemajuan di jenjang itu, ketahanan pangan akan terus bergantung pada kebaikan hati negara lain, dan itu bukan posisi yang nyaman bagi negara sebesar Indonesia.

ShareTweetSendShareSend
Previous Post

20 Peserta Bengkalis Mahir 2026 Raih Sertifikat BNSP Welding Supervisor

Next Post

Bahlil Lahadalia Dilantik Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi

Tim Redaksi

Tim Redaksi

Next Post
Bahlil Lahadalia usai dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Negara Jakarta

Bahlil Lahadalia Dilantik Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

  • 282k Subscribers
  • 22.000 Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH. Imam Jazuli dan Integritas Anti-Kemapanan NU

KH. Imam Jazuli dan Integritas Anti-Kemapanan NU

4 Agustus 2026 16:16
Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

4 Agustus 2026 16:13
PKB Turun Gunung! Ribuan Santri dan Kader NU Geruduk Trans7 Bela Marwah Ulama

PKB Turun Gunung! Ribuan Santri dan Kader NU Geruduk Trans7 Bela Marwah Ulama

4 Agustus 2026 16:01
PKB Ngamuk! Ratna Juwita Desak KPI Cabut Hak Siar Trans7

PKB Ngamuk! Ratna Juwita Desak KPI Cabut Hak Siar Trans7

4 Agustus 2026 16:02

Mengenal Padasuka TV: Media Online yang Mengupas Beragam Isu Sosial, Politik, Budaya, dan Keagamaan di Indonesia

0

Padasuka TV: Menyelami Beragam Aspek Kehidupan Melalui Media Digital

0

Padasuka TV: Menyajikan Perspektif Baru tentang Dinamika Sosial dan Budaya di Indonesia

0

Membongkar Peran Padasuka TV dalam Menyajikan Berita Teraktual di Indonesia

0
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada acara ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park, Halmahera Tengah, Maluku Utara

Prabowo: Ekspor Perdana Baterai EV Bukti Hilirisasi Jalan

8 Oktober 2026 16:05
Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan 11 proyek hilirisasi nikel di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Rp180 Triliun

8 Oktober 2026 16:05
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah melindungi investasi di kawasan IWIP Maluku Utara

Prabowo Tegaskan Komitmen Lindungi Investasi di IWIP

8 Oktober 2026 16:05
Menko Muhaimin meninjau pengembangan kopi Arabika Manglayang bersama Kelompok Tani Putra Manglayang di Kabupaten Bandung

36 Ton Kopi Manglayang Masih Dijual Mentah, Menko Muhaimin Soroti Nilai Tambah

8 Oktober 2026 16:05

Recent News

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada acara ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park, Halmahera Tengah, Maluku Utara

Prabowo: Ekspor Perdana Baterai EV Bukti Hilirisasi Jalan

8 Oktober 2026 16:05
Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan 11 proyek hilirisasi nikel di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Rp180 Triliun

8 Oktober 2026 16:05
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah melindungi investasi di kawasan IWIP Maluku Utara

Prabowo Tegaskan Komitmen Lindungi Investasi di IWIP

8 Oktober 2026 16:05
Menko Muhaimin meninjau pengembangan kopi Arabika Manglayang bersama Kelompok Tani Putra Manglayang di Kabupaten Bandung

36 Ton Kopi Manglayang Masih Dijual Mentah, Menko Muhaimin Soroti Nilai Tambah

8 Oktober 2026 16:05
padasuka.tv

Padasuka.TV adalah platform media digital dan berbagi informasi positif di bidang Sosial, Politik, Budaya dan Keagamaan, terutama Islam dan tradisi nahdliyin.

Follow Us

Browse by Category

  • Ad-Release
  • Kabar
    • Keagamaan
    • Politik
    • Sosial Budaya
  • Kajian & Opini
  • Khazanah Keislaman
  • Kisah Sejarah
  • Podcast & Video
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi Buku

KABAR TERBARU

Deputi Gubernur BI Solikin M Juhro dan Ketua DSN MUI KH M Cholil Nafis dalam Seminar Nasional Ekonomi Syariah di Hotel Pullman Thamrin Jakarta

BI dan DSN MUI Sepakati Ekonomi Syariah Butuh Rasionalitas dan Intervensi Negara

6 Oktober 2026 23:05
Menko Muhaimin saat mengunjungi Pesan Trend di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk mendorong pesantren sebagai ruang pemberdayaan dan kemandirian masyarakat.

Menko Muhaimin: Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan, Bukan Sekadar Pendidikan

6 Oktober 2026 23:05
  • Tentang Kami
  • Kerja Sama
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Podcast & Video
  • Kabar
    • Keagamaan
    • Politik
    • Sosial Budaya
  • Kajian & Opini
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi Buku
  • Khazanah Keislaman
  • Kisah Sejarah
  • Ad-Release

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.