Padasuka.tv – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mencatat 46 dari 50 paket pengadaan hunian tetap (huntap) pascabencana Sumatera telah memiliki pemenang, sehingga pelaksanaan pembangunan dapat dipercepat. Kepastian itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman, Musrifah, seusai rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis.
“Di Sumatera, dari 50 paket yang sudah dilaksanakan pengadaannya, 46 sudah ada pemenang dan sudah ada yang kontrak,” kata Musrifah. Sebagian paket yang telah memiliki pemenang itu, menurutnya, bahkan sudah memasuki tahap kontrak. Paket pembangunan tersebut berkaitan dengan penyediaan huntap bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kementerian PKP menyatakan akan mempercepat pelaksanaan pembangunan di tiga provinsi terdampak seiring selesainya tahapan pengadaan. “Mudah-mudahan dengan dukungan Bapak-Ibu sekalian, kita bisa percepat untuk pelaksanaan hunian tetap di Sumatera,” ucap Musrifah. Proses pengadaan sendiri telah berjalan sejak beberapa bulan sebelumnya.
Lelang Tuntas, Konstruksi Dikebut
Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menilai kemajuan proses pengadaan tersebut membuka peluang agar pembangunan huntap yang masih dibutuhkan masyarakat dapat segera dilaksanakan. “Mayoritas lelangnya sudah ada pemenangnya. Jadi bisa dalam waktu dekat segera dijalankan,” ungkap Ara.
Pada Juli 2026, Kementerian PKP menyatakan proses tender huntap telah berjalan dan konstruksi ditargetkan mulai pada September. Lokasi relokasi dipastikan aman dari potensi bencana, memiliki kepastian hukum, serta berada relatif dekat dengan fasilitas umum.
Kementerian PKP menargetkan pembangunan 7.952 unit huntap beserta prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 2026. Program tersebut didukung tambahan alokasi anggaran sekitar Rp2,2 triliun.
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah telah mengidentifikasi 54 lokasi dengan luas total 198,2 hektare dan daya tampung 7.973 unit. Lokasi itu terdiri atas 45 titik di Aceh, empat di Sumatera Utara, serta lima di Sumatera Barat.
Baca Juga:
Teknologi RISHA dan Bata Interlock
Pada 4 September 2026, Wakil Presiden Gibran Rakabuming memastikan pembangunan huntap bagi warga terdampak yang masih menunggu akan dimulai pada September. Saat meninjau hunian sementara di Tapanuli Selatan, Wapres meminta proses pembangunan dikawal agar warga segera memperoleh tempat tinggal yang layak dan aman.
Kementerian PKP sebelumnya menyebut pembangunan huntap komunal di Aceh dan Sumatera Utara akan menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). Sementara pembangunan di Sumatera Barat menggunakan bata interlock presisi untuk mendukung percepatan konstruksi dengan tetap menjaga mutu bangunan.
Sejumlah proses pembangunan huntap di kawasan lain juga bergulir, termasuk di Aceh yang menyiapkan anggaran untuk mempercepat penetapan WPR. Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian penanganan pascabencana yang menyentuh aspek permukiman.
Di sisi lain, pemerintah juga menangani perbaikan rumah warga terdampak gempa di NTT, serta apresiasi atas pembangunan huntap bagi penyintas bencana dari Pemerintah Kuwait di Palu. Berbagai program itu menunjukkan penanganan hunian pascabencana berjalan di beberapa wilayah secara paralel.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
![Basarnas Ungkap Pengangkatan Kapal Virgo Paling Cepat dalam 3 Bulan [/FEATURED_IMAGE_ALT]](https://padasuka.tv/wp-content/uploads/2026/09/image-1790244877724-8910-360x180.webp)















![Basarnas Ungkap Pengangkatan Kapal Virgo Paling Cepat dalam 3 Bulan [/FEATURED_IMAGE_ALT]](https://padasuka.tv/wp-content/uploads/2026/09/image-1790244877724-8910-120x86.webp)



![Basarnas Ungkap Pengangkatan Kapal Virgo Paling Cepat dalam 3 Bulan [/FEATURED_IMAGE_ALT]](https://padasuka.tv/wp-content/uploads/2026/09/image-1790244877724-8910-350x250.webp)