Padasuka.tv – Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi membuka Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) 2026 di Jakarta, Kamis (8/10), dengan menekankan pentingnya literasi digital bagi masyarakat agar menjadi nasabah cerdas atau smart traders yang tidak mudah tergiur janji keuntungan tidak realistis. Kegiatan bertema “Smart Traders, Wise Choices: Navigating Commodity Futures in the Digital Era” ini menjadi penyelenggaraan tahun keempat yang digelar Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan berlangsung hingga 8 November 2026.
Mendag Busan menilai transformasi digital telah mempermudah akses masyarakat terhadap informasi dan instrumen perdagangan, sehingga penguatan literasi menjadi prasyarat utama. “Masyarakat perlu menjadi digital traders sekaligus smart traders yang membekali diri dengan penguatan literasi. Traders yang cerdas mampu mengambil keputusan bijak dan tidak mudah tergiur janji keuntungan,” ujar Mendag Busan dalam sambutannya.
Ia menjelaskan PBK berperan mendorong perekonomian nasional melalui tiga fungsi utama: instrumen lindung nilai (hedging), pembentukan referensi harga (price discovery and price reference), serta diversifikasi investasi. PBK diharapkan mendukung ekonomi digital Indonesia lewat akses perdagangan di sektor agrikultur, energi, dan komoditas unggulan.

Kepala Bappebti Tirta Karma Senjaya menegaskan pertumbuhan industri PBK harus diiringi penguatan literasi, pengawasan, dan perlindungan masyarakat. Penguatan literasi juga mencakup pemahaman atas implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UUP2SK). “Bappebti bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi, pengawasan, hingga perlindungan masyarakat. Upaya ini untuk membangun industri PBK yang aman, sehat, transparan, berintegritas, dan berdaya saing,” ujar Tirta.
Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Erma Rini mengapresiasi gelaran tersebut. Menurutnya, peningkatan literasi masyarakat terhadap PBK krusial di tengah era kemudahan transaksi digital. “Kami berharap, Bulan Literasi PBK 2026 dapat menjadi sarana untuk memperluas pemahaman masyarakat, memperkuat tanggung jawab pelaku usaha, dan meningkatkan kualitas perlindungan nasabah,” ujar Anggia.
Volume Transaksi Naik 9,4 Persen
Bappebti mencatat total volume transaksi PBK sepanjang Januari—Agustus 2026 mencapai 10,35 juta lot, atau meningkat 9,4 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebesar 9,46 juta lot. Khusus Juli—Agustus 2026, jumlah nasabah aktif tercatat sebanyak 183 ribu nasabah.
Pasar fisik emas digital mencatat volume transaksi mencapai 115,9 ton dengan nilai transaksi Rp299,5 triliun atau meningkat 641,1 persen. Transaksi timah murni batangan dan kontrak sertifikat energi terbarukan (Renewable Energy Certificate/REC) juga meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sejumlah komoditas aktif diperdagangkan dalam PBK, yakni minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO), olein, kakao, kopi, dan emas.
Indonesia juga memiliki sektor komoditas strategis yang berpeluang diperdagangkan, meliputi komoditas pertanian dan perkebunan seperti karet, kopra, kedelai, jagung, dan teh; pertambangan dan energi seperti nikel, batu bara, dan perak; serta produk perikanan dan kelautan. Pemanfaatan kontrak multilateral berbasis komoditas strategis dinilai dapat mengoptimalkan kinerja PBK Indonesia.
Kinerja PBK tersebut sejalan dengan tren kinerja perdagangan nasional yang turut dibahas dalam laporan Surplus Dagang Agustus yang menempatkan hilirisasi sebagai motor penggerak.
Baca Juga:
812 Situs Ilegal Diblokir
Kemendag melalui Bappebti memperkuat pengawasan transaksi, keuangan, kepatuhan, serta pemenuhan ketentuan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT). Pengawasan dilakukan tegas terhadap aktivitas perdagangan ilegal. Sepanjang Januari—September 2026, sebanyak 812 situs perdagangan ilegal telah diblokir.
Langkah ini menjadi bagian upaya pemerintah menciptakan ekosistem PBK yang aman sekaligus memastikan masyarakat memiliki pengetahuan cukup untuk mengenali risiko dan menghindari praktik perdagangan ilegal. Upaya serupa dalam pemulihan layanan publik pascabencana juga ditunjukkan melalui langkah Telkom Pulihkan Pembelajaran yang memanfaatkan fasilitas digital.
Pembukaan Bulan Literasi PBK 2026 dihadiri 300 peserta secara daring dan luring. Turut hadir pimpinan ekosistem PBK yang meliputi bursa, lembaga kliring, dan Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi (BAKTI). Rangkaian kegiatan hingga 8 November 2026 meliputi seminar daring dan luring, gelar wicara (talkshow), siniar (podcast), sosialisasi “Trading Goes to Campus”, dan informasi terkini PBK (market update). Seluruh rangkaian digelar di lima kota besar: Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar, dengan target menjangkau 1,5 juta peserta dari masyarakat umum, pelaku usaha, mahasiswa, serta pemangku kepentingan.
Salah satu peserta, mahasiswa Universitas Mercu Buana jurusan Akuntansi, Kesya Rizki Az Zahra, berharap wawasannya mengenai PBK bertambah. “Harapannya, saya bisa mendapat wawasan yang lebih luas mengenai cara trader bekerja di era digital,” ujar Kesya. Direktur PT Sentra Arta Maxima, Fridericus Wishnubroto, menilai Bulan Literasi PBK 2026 bisa membuat PBK makin dikenal luas. “Untuk memajukan PBK, bulan literasi ini menjadi sesuatu yang sangat penting,” ujarnya.
Pada momen yang sama dilakukan penganugerahan Satya Niyama bagi pelaku usaha yang berkomitmen menerapkan tata kelola jujur, transparan, dan patuh regulasi PBK. Dialog literasi PBK menghadirkan narasumber Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan PBK Bappebti Ima Siti Fatimah; Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo) Zulfan Syaiful Bahri; Direktur PT Bursa Berjangka Jakarta Syarifah Nuly Nazlia; Direktur Utama PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia Nursalam; serta Direktur Utama PT Indobursa Karisma Berjangka Agung Rihayanto.
Sebagai informasi, pengawasan sektor keuangan dan komoditas menjadi bagian dari agenda penguatan ekosistem yang lebih luas, sejalan dengan langkah strategis yang dibahas dalam Pengangkatan Kapal Virgo terkait tata kelola operasional yang transparan.
[ META_DESCRIPTION]
Mendag Budi Santoso membuka Bulan Literasi PBK 2026 di Jakarta. Transaksi PBK Januari-Agustus 2026 capai 10,35 juta lot, naik 9,4 persen.






















