Menjadi Nahdliyin Bukan Sekadar Faktor Keturunan, Ini Penjelasan Kiai Imam Jazuli
Kiai Imam Jazuli menegaskan bahwa menjadi warga Nahdlatul Ulama (NU) tidak cukup hanya karena faktor keturunan atau lahir dari keluarga Nahdliyin. Menurutnya, identitas sebagai Nahdliyin harus dibangun di atas pemahaman intelektual, komitmen ideologis, serta penghayatan yang mendalam terhadap fikrah, manhaj, dan nilai-nilai perjuangan NU sebagai organisasi keagamaan dan gerakan sosial-keagamaan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Diskusi Publik Peluncuran Buku Fikroh, Manhaj, dan Harkah Nahdliyyah dalam Perspektif KH. Ma’ruf Amin. Kiai Imam Jazuli menekankan pentingnya membangun kader NU yang tidak hanya mewarisi identitas, tetapi juga memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.
Pesan ini menjadi refleksi penting di tengah tantangan yang dihadapi NU dalam menjaga tradisi, memperkuat kaderisasi, serta mempertahankan nilai-nilai ke-NU-an di era modern.
Saksikan selengkapnya di kanal youtube Padasuka TV



















