Padasuka.tv – Atase Perdagangan (Atdag) RI Madrid mencatat potensi transaksi sebesar USD 2,31 juta atau sekitar Rp41,35 miliar dari tiga kegiatan business matching produk Indonesia di Spanyol sepanjang Juli—September 2026. Potensi ekspor itu mencakup briket serbuk kayu, limbah jaring ikan, buah kering beku (freeze-dried fruits), hingga aneka keripik tempe, buah, dan sayur.
Atdag RI Madrid, Ratnaningsih Hidayati, menyatakan perwakilan perdagangan RI di Spanyol telah menyiapkan sejumlah upaya tindak lanjut pasca-business matching. Menurut Ratna, fasilitasi berupa komunikasi lanjutan dan bantuan menjawab permintaan informasi (inquiry) dari calon buyer Spanyol akan mendorong potensi transaksi menjadi realisasi.
“Perwakilan perdagangan RI di Spanyol berkomitmen untuk mempertemukan kebutuhan calon buyer dengan spesifikasi produk yang ditawarkan eksportir Indonesia. Kami harap, fasilitasi komunikasi bisnis dan pendampingan tindak lanjut dapat membantu merealisasikan potensi transaksi pasca-business matching,” ujar Ratna.
Ratna menambahkan, Atdag RI Madrid akan terus memantau perkembangan hasil business matching antara eksportir dan calon buyer. Beberapa hal yang dipantau meliputi spesifikasi teknis yang diminta buyer hingga diskusi mengenai biaya logistik.

Tiga Calon Buyer Spanyol dan Minat Produknya
Terdapat tiga calon buyer Spanyol yang menaruh ketertarikan pada produk Indonesia. Pertama, Manuel Oroz terhadap briket serbuk kayu heksagonal untuk kebutuhan restoran profesional. Buyer ini menaruh perhatian khusus terhadap produk Indonesia dengan spesifikasi nilai kalori, fixed carbon, dan ukuran produk.
Kedua, Recycling Fibers terhadap limbah jaring ikan berbahan nilon 6 dari Indonesia untuk diolah menjadi pelet nilon 6. Ketiga, Desarollos GFJ terhadap produk buah dan sayur olahan Indonesia.
Sejumlah eksportir Indonesia di sektor produk bahan baku olahan daur ulang dan olahan biomassa ikut serta dalam business matching. Di antaranya Charcoal Experience dengan produk briket serbuk kayu heksagonal, arang shisha, dan arang barbeku berbahan baku kayu keras lokal Indonesia.
Selanjutnya, Java Charcoal dengan produk briket serbuk kayu heksagonal, arang shisha kelapa, arang barbeku kelapa berbentuk bantal, serta arang kayu alami dari campuran kayu keras dan spesies lokal. Ada pula Aruna dengan produk bahan baku olahan daur ulang limbah jaring ikan (fishing net waste).
Baca Juga:
Dari sektor makanan, sejumlah eksportir yang terlibat antara lain PT Export Tani Nusantara dengan produk keripik vakum-goreng buah-buahan seperti brokoli, mangga, pisang, nangka, belimbing, dan rambutan serta produk beku-kering kelapa, stroberi, durian, apel, dan buah naga.
Ada juga PT Frootful dengan produk buah dan sayur beku-kering, buah potong beku-kering, bubuk buah, smoothie sachet, yogurt bites, serta produk non-dairy smoothie berbentuk kubus. Kemudian AgriTek/PT Menara Pangan Desa dengan produk keripik buah, sayur, dan umbi dengan teknologi vakum-goreng, individual quick freezing (IQF), dan beku-kering.
Terakhir, Kultiva Co. dengan produk keripik tempe, keripik kulit ikan, keripik pisang, keripik umbi, keripik sayur musiman, keripik ubi ungu, keripik salak, nangka, talas, dan kentang.
Direktur PT Menara Pangan Desa, Richardo Petricius, mengapresiasi dukungan Kementerian Perdagangan melalui Atdag RI Madrid atas terselenggaranya business matching yang memberi kesempatan memperluas pasar di kawasan Eropa.
“Terima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah melalui business matching dan bantuan pendampingan pascakegiatan tersebut, semoga transaksi awal segera terwujud,” ujar Petricius.
Upaya memperluas pasar ekspor produk olahan Indonesia sejalan dengan berbagai inisiatif perdagangan lain yang difasilitasi Kementerian Perdagangan. Sebelumnya, ajang TEI 2026 juga menjaring buyer dari berbagai negara untuk mempertemukan eksportir nasional dengan pembeli global.
Kementerian Perdagangan turut mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha melalui program inkubasi. Lewat kerja sama dengan perguruan tinggi, peserta Campuspreneur kini mencakup 25 kampus. Sementara itu, penguatan ekosistem digital nasional juga berjalan melalui langkah korporasi seperti spin-off InfraNexia.
Dari sisi pengembangan sumber daya manusia, pemerintah menekankan pentingnya konsistensi ilmu pengetahuan sebagai fondasi kemajuan. Hal ini disampaikan dalam pernyataan Menko Muhaimin mengenai arah pembangunan bangsa.
Kinerja Perdagangan Indonesia-Spanyol
Pada periode Januari–Juli 2026, total perdagangan Indonesia dengan Spanyol mencapai USD 1,67 miliar. Ekspor Indonesia ke Spanyol tercatat sebesar USD 1,06 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Spanyol mencapai USD 610,7 juta. Indonesia mencatat surplus perdagangan terhadap Spanyol sebesar USD 450,8 juta.
Komoditas ekspor Indonesia ke Spanyol pada 2025 didominasi lemak dan minyak hewani atau nabati, besi dan baja, berbagai produk kimia, karet dan barang dari karet, serta bahan kimia organik.
Sementara itu, komoditas impor Indonesia dari Spanyol meliputi kapal terbang dan bagiannya, mesin-mesin dan pesawat mekanik, produk industri farmasi, minyak atsiri dan kosmetik wangi-wangian, serta bahan kimia organik.
Dengan posisi surplus yang sudah terbentuk, potensi transaksi dari business matching Madrid menjadi salah satu jalur diversifikasi produk ekspor Indonesia ke pasar Eropa. Realisasi transaksi masih bergantung pada tindak lanjut spesifikasi teknis, komunikasi bisnis, dan negosiasi biaya logistik antara eksportir dan calon buyer.























