Padasuka.tv – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) resmi menjadi kampus pertama di Provinsi Riau yang memiliki Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Peresmian ditandai dengan acara peluncuran di Kampus Utama Polbeng, Selasa (22/9/2026). Fasilitas ini merupakan inisiatif PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (PLN UP3) Dumai yang ditempatkan di lingkungan kampus Polbeng.
Kehadiran SPKLU ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kendaraan listrik di Bengkalis, sehingga kebutuhan fasilitas pengisian daya yang selama ini belum terpenuhi dapat terjawab. “Ini merupakan SPKLU kedua di Bengkalis. Sebelumnya sudah kami bangun di Kantor PLN Bengkalis, dan sekarang untuk pertama kalinya di luar PLN, yaitu di Polbeng,” ujar Manajer PT PLN (Persero) UP3 Dumai, Achmad Meidiansyah.
Achmad menyebutkan, penempatan SPKLU di Polbeng merupakan bentuk keterlibatan dunia pendidikan dalam mendukung transisi energi hijau. Ia mengapresiasi kesediaan Polbeng untuk bersinergi dan memfasilitasi pembangunan fasilitas tersebut. Langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, seperti terlihat dalam kebijakan target EBT 70 persen pada RUPTL terbaru.
Acara peluncuran dihadiri Direktur Polbeng Johny Custer; Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Pemerintah Kabupaten Bengkalis, Johansyah Syafri; Manajer PLN UP3 Dumai, Achmad Meidiansyah; Manajer PLN ULP Bengkalis, Ade Pratama Saputra; jajaran Wakil Direktur Polbeng; pimpinan instansi pemerintah, BUMN dan BUMD, mitra industri, serta komunitas pengguna kendaraan listrik.
Baca Juga:
Polbeng Perkuat Peran Kampus Vokasi dalam Transisi Energi
Direktur Polbeng, Johny Custer, menegaskan kehadiran SPKLU ini bukan sekadar penambahan fasilitas pengisian kendaraan listrik. Lebih dari itu, fasilitas ini menjadi bagian dari upaya bersama mendukung kebijakan pemerintah di bidang transisi energi, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, efisiensi energi, serta pembangunan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Sebagai perguruan tinggi vokasi, Politeknik Negeri Bengkalis memiliki tanggung jawab untuk mengambil peran dalam transformasi tersebut. Kampus harus mampu menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami, mengoperasikan, mengembangkan, dan menciptakan inovasi dari teknologi yang terus berkembang,” ujar Johny.
Johny juga mengungkapkan, saat ini Polbeng tengah membangun gedung yang akan difungsikan sebagai bengkel praktik, tempat mahasiswa memproduksi panel surya. Langkah ini sejalan dengan komitmen Polbeng yang telah memasang panel surya di sejumlah gedung di lingkungan kampus. Inisiatif kampus ini melengkapi berbagai program pemerintah yang tengah berjalan, termasuk program MBG yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Johansyah Syafri berharap keberadaan SPKLU ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat pengisian daya kendaraan listrik, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang riset atau laboratorium bagi seluruh sivitas akademika, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Dengan hadirnya SPKLU ini, Polbeng tidak hanya memperkuat posisinya sebagai kampus vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat Bengkalis, mulai dari kemudahan akses pengisian daya bagi pengguna kendaraan listrik, dukungan terhadap transisi energi bersih di tingkat daerah, hingga membuka ruang riset dan inovasi bagi mahasiswa dalam pengembangan ekosistem energi hijau di Indonesia.
Dampak bagi Pengguna Kendaraan Listrik di Bengkalis
Penambahan SPKLU di lingkungan kampus Polbeng melengkapi infrastruktur pengisian daya yang sebelumnya hanya tersedia di Kantor PLN Bengkalis. Bagi pengguna kendaraan listrik di wilayah Bengkalis, kehadiran titik pengisian baru ini memperpendek jarak akses dan memperluas jangkauan layanan, terutama bagi sivitas akademika dan masyarakat sekitar kampus.
Dari sisi kebijakan, langkah PLN UP3 Dumai menempatkan fasilitas di luar kantor perusahaan menunjukkan pola kemitraan yang lebih luas dengan institusi pendidikan. Pola ini membuka peluang replikasi di kampus atau instansi lain di Riau, seiring pertumbuhan populasi kendaraan listrik yang menuntut kesiapan infrastruktur pendukung.
Polbeng sendiri menegaskan posisinya sebagai kampus vokasi yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga menyediakan ruang praktik nyata. Kombinasi antara fasilitas pengisian daya, rencana bengkel praktik panel surya, dan pemasangan panel surya di sejumlah gedung kampus mengarah pada satu tujuan: menyiapkan sumber daya manusia yang siap mengoperasikan dan mengembangkan teknologi energi bersih.
Ke depan, pemanfaatan SPKLU sebagai ruang riset menjadi poin yang perlu dicermati. Jika dijalankan konsisten, fasilitas ini dapat menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk mempelajari perilaku pengisian daya, konsumsi energi, hingga integrasi dengan sumber energi terbarukan di lingkungan kampus.
Bagi masyarakat umum, keberadaan SPKLU di Polbeng menjadi sinyal bahwa infrastruktur kendaraan listrik tidak lagi terpusat di kota besar. Pemerintah daerah dan PLN dinilai perlu menjaga kesinambungan layanan agar fasilitas ini benar-benar dimanfaatkan, bukan sekadar menjadi simbol seremoni peluncuran.
Sejumlah program pemerintah lain juga terus bergulir di sektor pendidikan dan layanan publik, termasuk pengadaan jasa lainnya perorangan yang dijalankan BGN. Konteks ini menunjukkan bahwa transisi energi dan penguatan layanan publik berjalan paralel di berbagai lini pemerintahan.
Polbeng menutup rangkaian peluncuran tanpa menyebut target jumlah pengguna atau jadwal penambahan unit SPKLU berikutnya. Informasi lebih lanjut mengenai operasional dan tarif layanan dapat diakses melalui PLN UP3 Dumai atau pengelola kampus.























