Padasuka.tv – Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming resmi membuka INACRAFT October Vol. 5 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu (7 Oktober 2026). Pameran bertema “Techno Craft” itu berlangsung 7–11 Oktober 2026 dan menjadi ruang bagi pelaku usaha kriya memadukan kearifan lokal dengan teknologi serta inovasi.
Dalam sambutannya, Mendag menegaskan bahwa pelaku usaha kriya harus terus beradaptasi dengan tuntutan konsumen global yang semakin memperhatikan keberlanjutan, ketertelusuran bahan baku, serta praktik bisnis yang etis. Modernisasi cara berpikir, digitalisasi rantai pasok, dan peningkatan kualitas dinilai menjadi kunci memperkuat daya saing produk kriya Indonesia di pasar internasional.
Optimisme itu berdiri di atas data yang solid. Kinerja ekspor kriya dan dekorasi rumah Indonesia konsisten berada di atas USD 1 miliar sejak 2022. Pada 2025, nilainya mencapai USD 1,26 miliar, sementara pada awal 2026 telah menembus USD 821 juta atau tumbuh 6,8 persen. Produk berbasis kearifan lokal seperti anyaman rotan dan ornamen kayu menjadi bagian dari kekuatan kriya Indonesia di pasar global.

Techno Craft dan Arah Baru Kriya Nasional
Tema “Techno Craft” bukan sekadar label. Pameran ini mempertemukan perajin, pelaku UMKM, dan pelaku industri kreatif untuk menampilkan produk kriya yang mengadopsi teknologi produksi dan pemasaran digital. Pendekatan itu sejalan dengan kebutuhan pasar yang menuntut transparansi asal bahan baku dan proses produksi yang etis.
Penguatan ekosistem kriya juga dirancang selaras dengan tiga program prioritas Kementerian Perdagangan (Kemendag) 2026, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. Ketiganya menyasar sisi hulu dan hilir sekaligus: melindungi pasar domestik dari produk impor yang tidak sehat, membuka akses pasar baru, dan mendorong produk lokal menembus rantai nilai global.
Upaya memperkuat pelaku usaha kecil bukan hal baru di Kemendag. Sebelumnya, Kemendag memfasilitasi sertifikasi barcode UMKM agar produk lokal bisa masuk ke jaringan ritel modern. Program serupa juga menyasar 100 UMKM pangan dan kecantikan, memperlihatkan pola pendampingan yang konsisten dari sisi standardisasi produk.

Mendag juga mengajak peserta INACRAFT melanjutkan momentum promosi produk Indonesia melalui Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di ICE BSD City, Banten. Ajakan itu menempatkan INACRAFT sebagai titik awal rangkaian promosi dagang, bukan acara yang berdiri sendiri.
Baca Juga:
Diplomasi Dagang dan Pasar Ekspor Non-Tradisional
Dorongan agar kriya Indonesia menembus pasar global tidak lepas dari kerja diplomasi dagang yang berjalan paralel. Dalam forum G20 Trade and Investment Ministers Meeting, Mendag memperkuat dagang RI dengan AS, Arab Saudi, dan Rusia. Indonesia juga menolak pangan jadi alat tekan geopolitik dalam forum yang sama.
Sikap itu relevan bagi sektor kriya. Ketika tekanan geopolitik meningkat, diversifikasi pasar menjadi bantalan. Kriya dan dekorasi rumah yang menyentuh angka ekspor USD 821 juta pada awal 2026 punya ruang tumbuh lebih besar jika akses ke pasar nontradisional dibuka lewat perjanjian dagang dan misi dagang.

Di sisi lain, percepatan digitalisasi layanan publik turut menyentuh kementerian lain. Kementerian Haji dan Kemendagri menyinkronkan data jamaah haji agar antrean lebih akurat. Pola serupa — integrasi data lintas lembaga — menjadi prasyarat bagi kebijakan dagang yang presisi, termasuk pemetaan kapasitas produksi kriya per daerah.
Bagi pelaku usaha kriya, rangkaian agenda Oktober 2026 menyediakan dua kanal promosi berurutan: INACRAFT pada 7–11 Oktober dan TEI ke-41 pada 14–18 Oktober. Keduanya berada di wilayah Jabodetabek, memudahkan perajin daerah menjangkau pembeli domestik dan buyer internasional dalam satu periode.

Yang perlu dicermati, target pertumbuhan ekspor kriya tidak hanya bergantung pada pameran. Ketertelusuran bahan baku, sertifikasi, dan kesiapan rantai pasok digital menentukan apakah produk mampu bertahan di pasar yang makin ketat standar keberlanjutannya. Tanpa itu, angka USD 1,26 miliar berpotensi stagnan.

INACRAFT October Vol. 5 2026 berlangsung hingga 11 Oktober 2026 di JICC, Jakarta. Setelahnya, perhatian bergeser ke TEI ke-41 di ICE BSD City, Banten, pada 14–18 Oktober 2026, tempat eksportir kriya diuji apakah momentum pameran bisa dikonversi menjadi kontrak dagang riil.























