Padasuka.tv – Impor jasa Arab Saudi menembus sekitar 120,8 miliar riyal Saudi pada kuartal II 2026, naik 8,4 persen dibanding kuartal sebelumnya yang tercatat 111,4 miliar riyal Saudi. Data ini dirilis Otoritas Umum Statistik Arab Saudi (GASTAT) dan dikutip Saudi Gazette, Selasa (29/9/2026). Kenaikan impor jasa tersebut berbanding terbalik dengan kinerja ekspor jasa Arab Saudi yang justru turun 16,5 persen secara kuartalan.
Laporan GASTAT mencatat lonjakan impor jasa terutama didorong kenaikan impor jasa perjalanan yang tumbuh 17 persen secara kuartalan. Jasa transportasi tetap menjadi kategori impor jasa dengan nilai terbesar, yakni 34,1 miliar riyal Saudi. Dari jumlah itu, transportasi laut menyumbang 40,8 persen.
Impor jasa perjalanan mencapai 25 miliar riyal Saudi, dengan perjalanan pribadi mendominasi kategori tersebut pada kontribusi 92 persen. Kategori impor lainnya meliputi jasa bisnis lainnya 18,8 miliar riyal Saudi, jasa konstruksi 14,5 miliar riyal Saudi, jasa pemerintah 7,3 miliar riyal Saudi, jasa asuransi dan pensiun 6 miliar riyal Saudi, serta jasa telekomunikasi, komputer, dan informasi 4 miliar riyal Saudi.
Baca Juga:
Ekspor Jasa Arab Saudi Tertekan
Di sisi lain, ekspor jasa Arab Saudi pada kuartal II 2026 tercatat 59,5 miliar riyal Saudi. Angka itu turun 16,5 persen dibanding kuartal I yang mencapai 71,3 miliar riyal Saudi.
Penurunan tersebut terutama dipengaruhi turunnya ekspor jasa perjalanan sebesar 23,6 persen secara kuartalan. Meski mengalami penurunan, jasa perjalanan tetap menjadi kategori ekspor jasa terbesar dengan nilai 33,8 miliar riyal Saudi. Perjalanan pribadi menyumbang 93,9 persen dari total ekspor jasa perjalanan.
Jasa transportasi menempati posisi berikutnya dengan nilai ekspor 10,5 miliar riyal Saudi. Transportasi udara menjadi penyumbang terbesar dalam kategori tersebut dengan kontribusi 39 persen. Adapun ekspor jasa telekomunikasi, komputer, dan informasi mencapai 2,6 miliar riyal Saudi, sementara jasa bisnis lainnya mencapai 2,3 miliar riyal Saudi.
Ekspor jasa konstruksi dan jasa pemerintah masing-masing tercatat 1,8 miliar riyal Saudi, sedangkan ekspor jasa keuangan mencapai 1,5 miliar riyal Saudi. Data GASTAT mencakup transaksi jasa antara penduduk Arab Saudi dan nonpenduduk, termasuk transportasi, perjalanan, komunikasi, jasa keuangan, serta jasa profesional dan konsultasi. Statistik tersebut digunakan untuk menggambarkan perkembangan perdagangan jasa dalam neraca eksternal Arab Saudi.

Angka ini memperlihatkan pola yang jarang terjadi: impor jasa membengkak, sementara ekspor jasa justru menyusut tajam. Kenaikan impor jasa perjalanan sebesar 17 persen secara kuartalan menandakan aktivitas perjalanan keluar Arab Saudi masih tinggi, sementara penurunan ekspor jasa perjalanan sebesar 23,6 persen mengindikasikan arus kunjungan masuk yang melemah.
Jasa transportasi, baik laut maupun udara, tetap menjadi penopang utama kedua sisi neraca. Transportasi laut menyumbang 40,8 persen dari total impor jasa transportasi, sedangkan transportasi udara menyumbang 39 persen dari total ekspor jasa transportasi. Komposisi ini menunjukkan ketergantungan Arab Saudi pada moda transportasi tertentu dalam perdagangan jasanya.
Dalam konteks perdagangan jasa yang lebih luas, data GASTAT ini menjadi indikator penting untuk membaca arah neraca eksternal Arab Saudi. Kategori jasa telekomunikasi, komputer, dan informasi juga tercatat pada kedua sisi, dengan impor 4 miliar riyal Saudi dan ekspor 2,6 miliar riyal Saudi. Sektor jasa keuangan mencatat ekspor 1,5 miliar riyal Saudi, sementara jasa konstruksi dan jasa pemerintah masing-masing menyumbang 1,8 miliar riyal Saudi pada sisi ekspor.
Bagi pelaku usaha yang bergerak di sektor jasa lintas negara, dinamika ini relevan untuk memantau permintaan dan penawaran jasa di kawasan. Perubahan komposisi impor dan ekspor jasa dapat memengaruhi keputusan ekspansi, kemitraan, hingga strategi penetapan harga. Pembahasan serupa soal dampak kebijakan terhadap pelaku usaha lokal juga muncul dalam isu Rantai Pasok MBG dan Ketahanan UMKM.
Data GASTAT sendiri dirancang untuk menggambarkan perkembangan perdagangan jasa dalam neraca eksternal Arab Saudi, mencakup transaksi antara penduduk dan nonpenduduk. Statistik ini lazim dijadikan rujukan untuk menilai kinerja sektor jasa suatu negara, termasuk sektor-sektor yang terkait dengan kepatuhan dan standar layanan, sebagaimana isu Sertifikasi Halal yang juga menuntut tata kelola ketat.























