Padasuka.tv – Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan Klinik Pratama PKU Universitas Muhammadiyah Maumere (Unimof) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (28/9). Peresmian dilakukan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, yang sekaligus menyampaikan amanah pada Wisuda ke-X Universitas Muhammadiyah Maumere Tahun 2026. Langkah ini menegaskan komitmen Muhammadiyah memperkuat akses layanan kesehatan di wilayah Flores dan sekitarnya.
Klinik Pratama PKU Unimof hadir sebagai fasilitas kesehatan yang tidak hanya melayani kebutuhan medis dasar masyarakat Maumere, tetapi juga diproyeksikan berkembang menjadi rumah sakit. Dalam sambutannya, dr. Agus menyatakan harapan besar agar pengembangan fasilitas tersebut dapat segera terealisasi. “Setelah mendapatkan izin, klinik ini terus berjalan dengan baik. Keinginannya, Unimof mengembangkan klinik rawat inap ini menjadi salah satu rumah sakit yang bisa melayani masyarakat Maumere dan sekitarnya. Semoga tidak lama lagi kita bisa meresmikan rumah sakit Muhammadiyah di Maumere,” ujar dr. Agus.
Dokter spesialis neurologi itu menambahkan, pengembangan layanan kesehatan dan pendidikan di Maumere merupakan bagian dari cita-cita Muhammadiyah dalam memperluas dakwah melalui pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial. Menurutnya, dua pilar utama gerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri adalah pendidikan dan kesehatan, yang hingga kini terus dijalankan secara konsisten di berbagai daerah di Indonesia.
Peresmian klinik ini juga menjadi momentum apresiasi atas peran relawan Muhammadiyah dalam penanganan dampak gempa Flores pada pertengahan Agustus 2026. Relawan yang tergabung dalam tim layanan kesehatan dari Unimof dan Klinik Muhammadiyah di Ende disebut sebagai salah satu yang pertama hadir memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 tersebut. Kontribusi itu, menurut dr. Agus, menunjukkan pentingnya penguatan layanan kesehatan Muhammadiyah di NTT.
Dalam konteks pendidikan, Muhammadiyah telah mendirikan lembaga pendidikan sejak 1911 yang dirintis oleh KH Ahmad Dahlan di rumahnya di Kampung Kauman, Yogyakarta. Dari gerakan tersebut, pendidikan Muhammadiyah terus berkembang hingga kini memiliki 165 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA). “Yang satu lagi adalah pelayanan kesehatan. Sejak 1923, ketika Indonesia belum merdeka, Muhammadiyah telah membangun layanan kesehatan. Saat ini jumlah rumah sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia mencapai sekitar 130 rumah sakit, sementara kliniknya jauh lebih banyak,” ungkap dr. Agus.
Data tersebut menempatkan Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi masyarakat dengan jaringan fasilitas kesehatan terbesar di Indonesia. Jaringan ini tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan medis, tetapi juga sebagai instrumen pemberdayaan sosial dan kemanusiaan yang menjangkau wilayah-wilayah dengan keterbatasan akses kesehatan.
Ekspansi Jaringan Kesehatan Muhammadiyah di Indonesia Timur
Dalam waktu dekat, Muhammadiyah akan meresmikan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Unimuda Sorong di Papua Barat Daya. Peresmian tersebut menjadi penanda perluasan jaringan layanan kesehatan Muhammadiyah di kawasan Indonesia timur. Karena itu, dr. Agus berharap pengembangan Klinik Pratama PKU Unimof menjadi rumah sakit di Kabupaten Sikka dapat segera direalisasikan.
Ekspansi jaringan kesehatan ini berjalan seiring dengan penguatan program-program pelayanan publik lainnya. Di sektor lain, pemerintah melalui Badan Gizi Nasional tengah memperkuat program MBG yang fokus pada gizi nasional 2026, sebagaimana diulas dalam artikel Program MBG. Sementara itu, perlindungan bagi kelompok pekerja rentan juga menjadi perhatian, seperti upaya Kemenko PM memperkuat perlindungan pengemudi ojol tuli.
Penguatan layanan kesehatan di daerah juga tidak lepas dari kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten. Di sektor ketenagakerjaan teknis, lulusan Akmet 2026 turut memperkuat bidang metrologi nasional. Kolaborasi lintas sektor semacam ini menunjukkan bahwa pembangunan layanan publik di Indonesia berjalan di banyak lini secara simultan.
Transformasi digital juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem layanan publik nasional. Kerja sama antara TelkomGroup dan China Unicom melalui penandatanganan MoU untuk memperkuat ekosistem digital RI menandakan bahwa infrastruktur teknologi menjadi fondasi penting, termasuk bagi sektor kesehatan. Selain itu, penghargaan kepada 8 insan PLN yang menerima Tanda Kehormatan Satyalancana dari Presiden RI menunjukkan apresiasi negara terhadap kontribusi nyata di sektor pelayanan publik.
Dampak bagi Masyarakat Sikka dan Sekitarnya
Kehadiran Klinik Pratama PKU Unimof diharapkan memperkuat akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. Kabupaten Sikka dan wilayah Flores secara umum masih menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas kesehatan, terutama pasca gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada pertengahan Agustus 2026. Ketersediaan klinik rawat inap menjadi langkah awal menuju layanan yang lebih lengkap.
Muhammadiyah berharap pengembangan klinik ini tidak berhenti pada tahap pratama. Proyeksi menjadi rumah sakit akan membuka akses layanan medis yang lebih luas, termasuk penanganan kasus yang membutuhkan perawatan intensif dan spesialis. Dengan demikian, masyarakat Maumere dan sekitarnya tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan tertentu.
Selain aspek layanan medis, keberadaan klinik dan rencana rumah sakit Muhammadiyah di Maumere juga berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan. Institusi pendidikan seperti Unimof dapat menjadi mitra dalam praktik klinis dan pengembangan tenaga kesehatan lokal, memperkuat ekosistem pendidikan-kesehatan yang berkelanjutan.
Peresmian Klinik Pratama PKU Unimof menegaskan posisi Muhammadiyah sebagai organisasi yang konsisten menjalankan misi pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial sejak lebih dari satu abad lalu. Dari 165 PTMA hingga sekitar 130 rumah sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia, jaringan ini terus diperluas ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Pengembangan di Maumere dan Sorong menjadi bukti bahwa orientasi pelayanan Muhammadiyah tidak terpusat di Pulau Jawa, melainkan menjangkau Indonesia timur secara nyata.
Bagi masyarakat Kabupaten Sikka, realisasi rencana rumah sakit Muhammadiyah menjadi indikator yang layak ditunggu. Jika terealisasi, Maumere akan memiliki fasilitas kesehatan rujukan yang memperkuat sistem kesehatan daerah dan mempercepat pemulihan pasca bencana. Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan Klinik Pratama PKU Unimof dapat dipantau melalui kanal resmi Muhammadiyah dan Universitas Muhammadiyah Maumere.























