• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
padasuka.tv
Advertisement
  • Home
  • News
    Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

    Pilkada Melalui DPRD dalam Perspektif Islam Nusantara

    Siapa yang Mengingkari Islah PBNU? Membaca Ulang Pernyataan Gus Yahya soal Sekjen

    Islah Menggantung, Konflik PBNU Bak Api dalam Sekam?

    Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

    Siapa yang Mengingkari Islah PBNU? Membaca Ulang Pernyataan Gus Yahya soal Sekjen

    Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

    Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

    Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

    Membaca Gestur Politik KH Miftachul Akhyar dalam Resolusi Konflik PBNU

    Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

    Jalan Terjal Islah PBNU: Antara Euforia dan Fakta Organisasi, Islah Kaffah PBNU Belum Tercapai

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Ekonomi
    Hasbiallah  Apresiasi Kejagung Pulihkan Rp.13,2 Triliun dari Kasus Korupsi CPO: Bukti Nyata Komitmen Berantas Korupsi

    Hasbiallah Apresiasi Kejagung Pulihkan Rp.13,2 Triliun dari Kasus Korupsi CPO: Bukti Nyata Komitmen Berantas Korupsi

    Legislator PKB Dukung Menkeu Tolak Bayar Utang Whoosh: Jangan Jadikan APBN Penyelamat Bisnis!

    Legislator PKB Dukung Menkeu Tolak Bayar Utang Whoosh: Jangan Jadikan APBN Penyelamat Bisnis!

    Hindun Anisah PKB: Tayangan Xpose Trans7 Lecehkan Pesantren, Bukti Ketidaktahuan soal Kultur Santri!

    Hindun Anisah PKB: Tayangan Xpose Trans7 Lecehkan Pesantren, Bukti Ketidaktahuan soal Kultur Santri!

    Tayangan Trans7 Lecehkan Pesantren, Dedi Wahidi: Hancurkan Pilar Pendidikan Nasional!

    Tayangan Trans7 Lecehkan Pesantren, Dedi Wahidi: Hancurkan Pilar Pendidikan Nasional!

  • Budaya
    Dari Barus, Rustini Muhaimin Iskandar Nyalakan Semangat Literasi dan Kepedulian Sosial Santri

    Dari Barus, Rustini Muhaimin Iskandar Nyalakan Semangat Literasi dan Kepedulian Sosial Santri

    Tiga Rekomendasi DPR RI terkait Tayangan XPose Uncencored Trans7

    Tiga Rekomendasi DPR RI terkait Tayangan XPose Uncencored Trans7

    Tayangan Trans7 Lecehkan Pesantren, Dedi Wahidi: Hancurkan Pilar Pendidikan Nasional!

    Tayangan Trans7 Lecehkan Pesantren, Dedi Wahidi: Hancurkan Pilar Pendidikan Nasional!

    Kepsek Tampar Siswa, Waka Komisi X DPR RI: Tegakkan Disiplin, Bukan Kekerasan!

    Kepsek Tampar Siswa, Waka Komisi X DPR RI: Tegakkan Disiplin, Bukan Kekerasan!

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • Keagamaan
    Anisah Syakur PKB : Hari Santri Momentum Menyalakan Jihad Ilmu dan Pengabdian Sosial

    Anisah Syakur PKB : Hari Santri Momentum Menyalakan Jihad Ilmu dan Pengabdian Sosial

    Gus Imin Ziarah ke Titik Nol Islam Nusantara, Barus : Nyalakan Semangat Santri

    Gus Imin Ziarah ke Titik Nol Islam Nusantara, Barus : Nyalakan Semangat Santri

    Kiai Maman: Hentikan Tayangan yang Hina Kiai! Audit Izin Siar TV yang Lukai Marwah Pesantren!

    Kiai Maman: Hentikan Tayangan yang Hina Kiai! Audit Izin Siar TV yang Lukai Marwah Pesantren!

    Ketua Komisi VIII DPR RI: Trans7 Giring Opini Negatif Terhadap Pesantren

    Ketua Komisi VIII DPR RI: Trans7 Giring Opini Negatif Terhadap Pesantren

    Dubes RI Untuk Tunisia Lepas 45 Santri Bina Insan  Mulia  Peraih Beasiswa Studi Ke Tunisia

    Dubes RI Untuk Tunisia Lepas 45 Santri Bina Insan Mulia Peraih Beasiswa Studi Ke Tunisia

  • Opini
  • Politik
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

    Pilkada Melalui DPRD dalam Perspektif Islam Nusantara

    Siapa yang Mengingkari Islah PBNU? Membaca Ulang Pernyataan Gus Yahya soal Sekjen

    Islah Menggantung, Konflik PBNU Bak Api dalam Sekam?

    Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

    Siapa yang Mengingkari Islah PBNU? Membaca Ulang Pernyataan Gus Yahya soal Sekjen

    Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

    Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

    Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

    Membaca Gestur Politik KH Miftachul Akhyar dalam Resolusi Konflik PBNU

    Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

    Jalan Terjal Islah PBNU: Antara Euforia dan Fakta Organisasi, Islah Kaffah PBNU Belum Tercapai

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Ekonomi
    Hasbiallah  Apresiasi Kejagung Pulihkan Rp.13,2 Triliun dari Kasus Korupsi CPO: Bukti Nyata Komitmen Berantas Korupsi

    Hasbiallah Apresiasi Kejagung Pulihkan Rp.13,2 Triliun dari Kasus Korupsi CPO: Bukti Nyata Komitmen Berantas Korupsi

    Legislator PKB Dukung Menkeu Tolak Bayar Utang Whoosh: Jangan Jadikan APBN Penyelamat Bisnis!

    Legislator PKB Dukung Menkeu Tolak Bayar Utang Whoosh: Jangan Jadikan APBN Penyelamat Bisnis!

    Hindun Anisah PKB: Tayangan Xpose Trans7 Lecehkan Pesantren, Bukti Ketidaktahuan soal Kultur Santri!

    Hindun Anisah PKB: Tayangan Xpose Trans7 Lecehkan Pesantren, Bukti Ketidaktahuan soal Kultur Santri!

    Tayangan Trans7 Lecehkan Pesantren, Dedi Wahidi: Hancurkan Pilar Pendidikan Nasional!

    Tayangan Trans7 Lecehkan Pesantren, Dedi Wahidi: Hancurkan Pilar Pendidikan Nasional!

  • Budaya
    Dari Barus, Rustini Muhaimin Iskandar Nyalakan Semangat Literasi dan Kepedulian Sosial Santri

    Dari Barus, Rustini Muhaimin Iskandar Nyalakan Semangat Literasi dan Kepedulian Sosial Santri

    Tiga Rekomendasi DPR RI terkait Tayangan XPose Uncencored Trans7

    Tiga Rekomendasi DPR RI terkait Tayangan XPose Uncencored Trans7

    Tayangan Trans7 Lecehkan Pesantren, Dedi Wahidi: Hancurkan Pilar Pendidikan Nasional!

    Tayangan Trans7 Lecehkan Pesantren, Dedi Wahidi: Hancurkan Pilar Pendidikan Nasional!

    Kepsek Tampar Siswa, Waka Komisi X DPR RI: Tegakkan Disiplin, Bukan Kekerasan!

    Kepsek Tampar Siswa, Waka Komisi X DPR RI: Tegakkan Disiplin, Bukan Kekerasan!

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • Keagamaan
    Anisah Syakur PKB : Hari Santri Momentum Menyalakan Jihad Ilmu dan Pengabdian Sosial

    Anisah Syakur PKB : Hari Santri Momentum Menyalakan Jihad Ilmu dan Pengabdian Sosial

    Gus Imin Ziarah ke Titik Nol Islam Nusantara, Barus : Nyalakan Semangat Santri

    Gus Imin Ziarah ke Titik Nol Islam Nusantara, Barus : Nyalakan Semangat Santri

    Kiai Maman: Hentikan Tayangan yang Hina Kiai! Audit Izin Siar TV yang Lukai Marwah Pesantren!

    Kiai Maman: Hentikan Tayangan yang Hina Kiai! Audit Izin Siar TV yang Lukai Marwah Pesantren!

    Ketua Komisi VIII DPR RI: Trans7 Giring Opini Negatif Terhadap Pesantren

    Ketua Komisi VIII DPR RI: Trans7 Giring Opini Negatif Terhadap Pesantren

    Dubes RI Untuk Tunisia Lepas 45 Santri Bina Insan  Mulia  Peraih Beasiswa Studi Ke Tunisia

    Dubes RI Untuk Tunisia Lepas 45 Santri Bina Insan Mulia Peraih Beasiswa Studi Ke Tunisia

  • Opini
  • Politik
  • Video
No Result
View All Result
padasuka.tv
No Result
View All Result
Home News

KH. Imam Jazuli dan Integritas Anti-Kemapanan NU

Regita Nurina by Regita Nurina
27 Desember 2025 07:19
in News, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Yusuf Mars

Di tengah kegaduhan dinamika Nahdlatul Ulama (NU) mutakhir, nama KH. Imam Jazuli muncul sebagai suara yang berbeda—jernih, berani, dan tidak tersandera kemapanan struktural. Ia bukan kiai panggung, bukan pula elite birokrasi organisasi. Ia hadir dari pinggiran: dari pesantren, dari tirakat, dari kesunyian intelektual yang justru melahirkan kritik tajam terhadap arah PBNU hari ini.

Saya pernah menulis tentang sosok KH. Imam Jazuli dengan judul: “Dari Kaki Gunung Ciremai, KH. Imam Jazuli Cetak Generasi NU Berkaliber Internasional”. Yaa..kiprahnya di dunia Pendidikan memang melesat.

Penampilannya sederhana—sarung dan kaos oblong putih—namun visinya jauh melampaui kebanyakan elite organisasi. Ia memimpikan pesantren sebagai pusat peradaban: berakar kuat pada tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah, sekaligus terintegrasi dengan sistem pendidikan global kelas dunia.

Saya mengenalnya bukan dari mimbar resmi NU, melainkan dari ruang diskusi yang lebih jujur dan terbuka: grup WhatsApp. Di sana, perdebatan soal NU, politik kebangsaan, hingga masa depan umat sering berlangsung keras. Dalam situasi seperti itu, tulisan KH. Imam Jazuli selalu tampil berbeda—argumentatif, sistematis, dan bernas. Kritiknya tajam, tetapi tidak emosional. Tegas, namun tetap beradab.

Intelektual Pesantren yang Membaca Zaman

Latar belakang akademiknya—Ushuluddin, Aqidah dan Filsafat, Universitas Al-Azhar Kairo—menjadikannya akrab dengan tradisi debat dan dialektika pemikiran Islam. Namun yang membuatnya menonjol bukan sekadar ijazah, melainkan konsistensi laku hidupnya. Tirakat panjang, puasa bertahun-tahun, dan wirid Dalail Khairat bukan sekadar simbol spiritual, tetapi fondasi etik dalam berpikir dan bertindak.

Pendidikan pesantrennya berlapis: Al-Ishlah Bobos, Kempek, Lirboyo, lalu berlanjut ke Kairo dan Malaysia. Kombinasi ini menjadikannya kiai yang nyantri secara tradisi sekaligus kosmopolit secara wawasan. Ia membaca kitab kuning, tetapi juga membaca geopolitik. Ia memahami fiqih ibadah, tetapi juga fiqih kekuasaan.

Visi tersebut diwujudkan dalam Pesantren Bina Insan Mulia (BIMA) dan pengembangannya, Pesantren VIP BIMA, sebuah terobosan pendidikan pesantren futuristik yang memadukan manajemen modern, teknologi pendidikan global, dan ruh salafiyah NU. Di sinilah terlihat watak anti-kemapanannya: membangun sistem alternatif tanpa harus menunggu legitimasi struktur pusat.

MLB NU dan Kritik atas PBNU

Sebelum adanya dinamika dan konflik tajam di tubuh PBNU antara kubu Ketua Umum dan Kubu Syuriah (Rois Aam) yang berukjung pemakzulan Gus Yahya dan digantikan PJ Ketum PBNU, KH. Imam Jazuli bersama Gus Salam mewacanakan Muktamar  Luar Biasa (MLB) NU sebagai kritik pedas terhadap arah dan kebijakan PBNU saat itu. Bagi beliau, MLB bukan semata manuver politik, melainkan ekspresi kegelisahan struktural warga NU terhadap arah kepemimpinan PBNU yang dinilai menjauh dari khittah, basis jamaah, dan kedaulatan jam’iyah.

KH. Imam Jazuli termasuk tokoh yang terdepan mengkritisi PBNU, terutama dalam soal sentralisasi kekuasaan, orientasi politik global yang dianggap elitis, serta melemahnya posisi kiai pesantren dalam pengambilan keputusan strategis NU. Kritik itu bukan muncul dari ambisi jabatan—beliau tidak berada dalam lingkar kekuasaan PBNU—melainkan dari keprihatinan ideologis dan historis.

Riuhnya konflik PBNU belakangan ini yang memunculkan “Drama Panjang”  dan berujung kedua belah pihak menyepakati muktamar dipercepat untuk menyudahi konflik, nama  KH. Imam Jazuli menjadi pembicaraan kembali. Beliau lantang mengkritisinya. Kehadiran KH. Imam Jazuli ibarat  hujan di tengah gurun: menyegarkan bagi banyak Nahdliyin yang merasa kehilangan saluran aspirasi.

Ia mengingatkan bahwa NU besar bukan karena diplomasi global semata, tetapi karena akar pesantren, kiai kampung, dan santri. Bahwa politik NU seharusnya menjadi sarana dakwah dan kedaulatan umat, bukan sekadar simbol prestise internasional. Sejarah Walisongo, sebagaimana sering ia sampaikan, menunjukkan bahwa dakwah dan kekuasaan harus berjalan seimbang—berbasis nilai, bukan sekadar pengaruh.

Tirakat sebagai Etika Perlawanan

Yang menarik, kritik KH. Imam Jazuli tidak lahir dari retorika kosong. Ia ditopang oleh laku spiritual yang panjang. Tirakat baginya adalah etika perlawanan. Jalan sunyi yang menjauhkan kritik dari kepentingan pragmatis. Ia tidak membangun popularitas, tidak mengejar sorotan media, tetapi konsisten mendidik santri dan menyiapkan generasi NU yang melek kitab, melek teknologi, dan melek politik.

Di bawah kepemimpinannya, BIMA telah mengirim alumni ke Mesir, Maroko, Tunisia, Turki, hingga Eropa. Pendidikan baginya adalah jalan membangun peradaban—sebuah gagasan yang sejalan dengan pendidikan transformatif: santri sebagai subjek perubahan, bukan objek doktrin.

KH. Imam Jazuli adalah kombinasi langka: intelektual, spiritualis, organisator, dan pendidik. Ia mengkritik PBNU bukan karena benci NU, tetapi justru karena cinta yang dalam pada jam’iyah ini. Ia berdiri di luar kemapanan, tetapi sepenuhnya berada di dalam tradisi NU.

Dari pesantren di kaki Gunung Ciremai, ia mengirim pesan penting: bahwa perubahan besar sering kali tidak lahir dari pusat kekuasaan, melainkan dari pinggiran yang jujur, berani, dan berakar. Dalam dirinya, pesantren bukan sekadar lembaga, melainkan basis perlawanan etik dan pusat pembaruan peradaban.

Dan mungkin, di tengah kebingungan arah NU hari ini, suara-suara seperti KH. Imam Jazuli inilah yang paling layak didengar.

Yusuf Mars, adalah Direktur Lembaga Kajian Strategis Islam Nusantara (LKSIN), Mahasiswa Doktoral Sejarah Peradaban Islam UNUSIA, dan Founder @Padasukatv.

Tags: gusyahyaimamjazulimlbnunupbnuroisaam
ShareTweet
Previous Post

Saatnya yang Muda Kembali Memimpin PBNU

Next Post

Jalan Terjal Islah PBNU: Antara Euforia dan Fakta Organisasi, Islah Kaffah PBNU Belum Tercapai

Regita Nurina

Regita Nurina

Redaktur Padasuka.tv

Next Post
Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

Jalan Terjal Islah PBNU: Antara Euforia dan Fakta Organisasi, Islah Kaffah PBNU Belum Tercapai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

  • 23.9k Followers
  • 538 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

KH. Imam Jazuli dan Integritas Anti-Kemapanan NU

27 Desember 2025 07:19
Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

30 Desember 2025 06:52
PKB Turun Gunung! Ribuan Santri dan Kader NU Geruduk Trans7 Bela Marwah Ulama

PKB Turun Gunung! Ribuan Santri dan Kader NU Geruduk Trans7 Bela Marwah Ulama

15 Oktober 2025 15:08
PKB Ngamuk! Ratna Juwita Desak KPI Cabut Hak Siar Trans7

PKB Ngamuk! Ratna Juwita Desak KPI Cabut Hak Siar Trans7

15 Oktober 2025 19:23

Mengenal Padasuka TV: Media Online yang Mengupas Beragam Isu Sosial, Politik, Budaya, dan Keagamaan di Indonesia

0

Padasuka TV: Menyelami Beragam Aspek Kehidupan Melalui Media Digital

0

Padasuka TV: Menyajikan Perspektif Baru tentang Dinamika Sosial dan Budaya di Indonesia

0

Membongkar Peran Padasuka TV dalam Menyajikan Berita Teraktual di Indonesia

0
Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

Pilkada Melalui DPRD dalam Perspektif Islam Nusantara

14 Januari 2026 15:03
Siapa yang Mengingkari Islah PBNU? Membaca Ulang Pernyataan Gus Yahya soal Sekjen

Islah Menggantung, Konflik PBNU Bak Api dalam Sekam?

9 Januari 2026 14:26
Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

Siapa yang Mengingkari Islah PBNU? Membaca Ulang Pernyataan Gus Yahya soal Sekjen

2 Januari 2026 14:23
Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

30 Desember 2025 06:52

Recent News

Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

Pilkada Melalui DPRD dalam Perspektif Islam Nusantara

14 Januari 2026 15:03
Siapa yang Mengingkari Islah PBNU? Membaca Ulang Pernyataan Gus Yahya soal Sekjen

Islah Menggantung, Konflik PBNU Bak Api dalam Sekam?

9 Januari 2026 14:26
Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

Siapa yang Mengingkari Islah PBNU? Membaca Ulang Pernyataan Gus Yahya soal Sekjen

2 Januari 2026 14:23
Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

30 Desember 2025 06:52
padasuka.tv

Padasuka TV adalah media yang mengupas tentang sosial, politik, ekonomi, budaya dan keagamaan.

Follow Us

Browse by Category

  • Budaya
  • Ekonomi
  • Keagamaan
  • News
  • Opini
  • Politik
  • Video

Recent News

Memaknai Ziarah Gus Imin ke Titik Nol Islam Nusantara: Menyalakan Spirit Santri untuk Indonesia

Pilkada Melalui DPRD dalam Perspektif Islam Nusantara

14 Januari 2026 15:03
Siapa yang Mengingkari Islah PBNU? Membaca Ulang Pernyataan Gus Yahya soal Sekjen

Islah Menggantung, Konflik PBNU Bak Api dalam Sekam?

9 Januari 2026 14:26
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Keagamaan
  • Opini
  • Politik
  • Video

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.