Jakarta, Padasuka.tv- Hanya alumni Bina Insan Mulia yang tahun ini mampu menembus kampus “top three” di Tunisia. Saya sudah menawarkan tantangan ini ke pesantren-pesantren, tapi hanya Bina Insan Mulia yang sanggup memenuhi. Demikian pernyataan Duta Besar RI untuk Tunisia, Dr. Zuhairi Misrawi, saat melepas 45 santri Bina Insan Mulia di Bandara Soetta pada sore 12 Oktober 2025.
Mereka akan belajar di tiga kampus terbaik di Tunisia, yaitu Manouba University, Zitouna University, dan Sousse University melalui jalur beasiswa.
“Alumni Bina Insan Mulia di Tunisia sejauh ini tidak saja mampu mengikuti pembelajaran, bahkan mampu berprestasi di kampus-kampus Tunisia,” kata Dubes menyampaikan hasil pengamatannya selama ini.
Karena itu, menurut Gus Dubes Zuhairi Misrawi, Lc. MA menjadi santri BIMA adalah manusia yang beruntung. “Kalian ini beruntung menjadi santrinya Kiai Imam yang terus gigih berjuang. Dan yang membuat saya semakin percaya kepada Kiai Imam, Manouba University saja bisa ditaklukkan oleh santri BIMA. Asal kalian tahu ya, Manouba itu kampus nomor satunya di Tunisia . . “ ungkapnya dengan semangat berapi-api.
Dubes berjanji akan memberikan binaan langsung terkait bagaimana membangun mindset baru sebagai mahasiswa. “Harus tahu dari sejak dini, kalian nanti mau jadi apa?” kata Dubes.
Selain mindset, Dubes Zuhairi Misrawi juga mengingatkan pentingnya meningkatkan skill berbahasa, baik Arab, Inggris, dan Perancis.
“Bahasa Arab yang kalian akan pelajari bukan saja bahasa Arab turos (buku), seperti yang saya dan kiai kalian pelajari dulu di Mesir, tapi juga bahasa Arab diplomasi,” paparnya.
Terakhir, kata Pak Dubes, “Saya dan kiai kalian dulu saat menjadi mahasiswa di Al-Azhar Mesir selalu banyak membaca, namun tidak lupa berorganisasi dan membangun relasi, dan hasilnya kami rasakan hari ini.”

“Saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada Gus Dubes yang telah mendukung dan berkontribusi pada agenda Pesantren Bina Insan Mulia. Harapan saya, Gus Dubes tidak bosan-bosan memberikan arahan dan bimbingan kepada kader-kader Bina Insan Mulia di Tunisia,” ucap Kiai Imam Jazuli selaku pengasuh Bina Insan Mulia.
“Saya memang sudah mempersiapkan jauh hari untuk menjawab tantangan Pak Dubes. Karena kampus-kampus terbaik di Tunisia itu rata-rata lebih banyak menggunakan bahasa Prancis dan Inggris, maka di BIMA sudah saya datangkan 2 native speaker langsung dari Prancis sebagai bekal untuk mendapatkan beasiswa,” jelas Kiai Imam.
Beliau menegaskan bahwa 45 santri Bina Insan Mulia yang berangkat kali ini sebagian besar mengambil jurusan umum, seperti geopolitik, bisnis dan perdagangan, politik, ekonomi, hubungan internasional, dan hukum. Sisanya, 8 orang mengambil study keislaman di jurusan al-Quran wal hadits, syariah, dan hadloroh. Hal ini untuk mendukung mimpi pesantren untuk melahirkan santri-santri yang dapat berkontribusi secara signifikan bagi pembangunan Indonesia.
“Saya ingin santri-santri saya mewarnai perubahan Indonesia masa depan di berbagai bidang-bidang penting,” tegas Kiai Imjaz.
Direktur HCM Bina Insan Mulia sekaligus staf Ahli Pimpinan DPR RI, Ubaydillah Anwar mengajak para santri untuk terus mengingat tiga prinsip utama yang diajarkan Kiai Imam Jazuli selama nyantri dan mengamalkannya di mana pun berada, yaitu: himmah, khidmah, dan shuhbah.
Santri BIMA harus memiliki tekad baja dengan target yang jelas (himmah) untuk meraih prestasi tinggi. “Pesantren memiliki target ada 1000 sarjana lulusan luar negeri dan 1000 sarjana lulusan dalam negeri pada tahun 2028” papar Ubaydillah mencontohkan tekad dan target,
Santri BIMA juga harus memiliki mindset dan panggilan hati untuk mengabdi (khidmah) untuk kepentingan bangsa, negara, dan agama. “Caranya adalah memiliki kompetensi dan karakter yang mampu menduduki posisi strategis pembangunan, sebagaimana doa pak Kiai,” jelasnya.
Santri BIMA juga harus memiliki kemampuan untuk membangun persahabatan, hubungan, dan jaringan yang bagus (shuhbah). “Pengasuh pesantren telah menjadi role model yang nyata di depan mata kita dalam mengamalkan prinsip ini,” tegas Ubaydillah mengingatkan para kader.

Mewakili wali santri, Gus Yusuf Chudlori Pengasuh Pesantren API Tegal Rejo dan Kiai Aguk Irawan pengasuh Pesantren Baitul Kilmah menyampaikan terima kasih kepada Kiai Imam Jazuli yang telah totalitas memperjuangkan mimpi santri-santri untuk belajar ke luar negeri dan “pasrah bongko’an” kepada Gus Dubes untuk memberi arahan, bimbingan, dan binaan para santri Bina Insan Mulia di Tunisia.
Pelepasan 45 santri Bina Insan Mulia di Airport Soekarno Hatta pada tanggal 12 Oktober ini juga dihadiri utusan Kementerian Agama RI, Dr. Mahrus el-Mawa dari Direktorat Ma’had Aly. “Saya bangga atas prestasi santri-santri Bina Insan Mulia sekaligus terima kasih atas terobosan yang dilakukan pengasuh pesantren untuk menghasilkan para santri yang dapat berperan optimal di pembangunan Indonesia. Tentu harapan kami, kalian bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, sebab ini adalah peluang yang sangat istimewa,” pesannya mengingatkan para santri.























