• Tentang Kami
  • Kerja Sama
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami
padasuka.tv
Advertisement
  • Beranda
  • Podcast & Video
  • Kabar
    • All
    • Keagamaan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

    Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

    Live: Mencari Format Ideal Kepemimpinan NU l Refleksi Kepemimpinan dan Arah Muktamar ke-35

    Live: Mencari Format Ideal Kepemimpinan NU l Refleksi Kepemimpinan dan Arah Muktamar ke-35

    Kita Muda Nahdliyin Rekomendasikan KH Muhammad Yusuf Chudlori Maju Sebagai Ketua Umum PBNU

    Komisi II Minta Kemendagri Investigasi Temuan BPK soal ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar di Kukar

    SDM di Bidang STEM Rendah, Waka Komisi X : Anggaran Pendidikan Harus Dinaikkan

    Komisi II Minta Kemendagri Investigasi Temuan BPK soal ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar di Kukar

    Komisi II Minta Kemendagri Investigasi Temuan BPK soal ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar di Kukar

    Kutuk Penyekapan Sadis di Bandung, Abdullah PKB Desak Polisi Segera Bekuk Pelaku

    Kutuk Penyekapan Sadis di Bandung, Abdullah PKB Desak Polisi Segera Bekuk Pelaku

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
    • Keagamaan
    • Sosial Budaya
    • Politik
  • Kajian & Opini
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi Buku
  • Khazanah Keislaman
  • Kisah Sejarah
  • Ad-Release
    Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

    Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

    Penjualan Melampaui 50 Persen, Pacific Garden Puri Luncurkan Show Unit Type 8 Exclusive Modern untuk Penuhi Kebutuhan Keluarga Muda

    Penjualan Melampaui 50 Persen, Pacific Garden Puri Luncurkan Show Unit Type 8 Exclusive Modern untuk Penuhi Kebutuhan Keluarga Muda

    Pacific Garden Puri Dirancang Sebagai Hunian Ideal Bagi Keluarga Muda Urban.

    Pacific Garden Puri Dirancang Sebagai Hunian Ideal Bagi Keluarga Muda Urban.

    Mengenal Padasuka TV: Media Online yang Mengupas Beragam Isu Sosial, Politik, Budaya, dan Keagamaan di Indonesia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Podcast & Video
  • Kabar
    • All
    • Keagamaan
    • Politik
    • Sosial Budaya
    Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

    Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

    Live: Mencari Format Ideal Kepemimpinan NU l Refleksi Kepemimpinan dan Arah Muktamar ke-35

    Live: Mencari Format Ideal Kepemimpinan NU l Refleksi Kepemimpinan dan Arah Muktamar ke-35

    Kita Muda Nahdliyin Rekomendasikan KH Muhammad Yusuf Chudlori Maju Sebagai Ketua Umum PBNU

    Komisi II Minta Kemendagri Investigasi Temuan BPK soal ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar di Kukar

    SDM di Bidang STEM Rendah, Waka Komisi X : Anggaran Pendidikan Harus Dinaikkan

    Komisi II Minta Kemendagri Investigasi Temuan BPK soal ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar di Kukar

    Komisi II Minta Kemendagri Investigasi Temuan BPK soal ASN Terima Honor Rp9,5 Miliar di Kukar

    Kutuk Penyekapan Sadis di Bandung, Abdullah PKB Desak Polisi Segera Bekuk Pelaku

    Kutuk Penyekapan Sadis di Bandung, Abdullah PKB Desak Polisi Segera Bekuk Pelaku

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
    • Keagamaan
    • Sosial Budaya
    • Politik
  • Kajian & Opini
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi Buku
  • Khazanah Keislaman
  • Kisah Sejarah
  • Ad-Release
    Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

    Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

    Penjualan Melampaui 50 Persen, Pacific Garden Puri Luncurkan Show Unit Type 8 Exclusive Modern untuk Penuhi Kebutuhan Keluarga Muda

    Penjualan Melampaui 50 Persen, Pacific Garden Puri Luncurkan Show Unit Type 8 Exclusive Modern untuk Penuhi Kebutuhan Keluarga Muda

    Pacific Garden Puri Dirancang Sebagai Hunian Ideal Bagi Keluarga Muda Urban.

    Pacific Garden Puri Dirancang Sebagai Hunian Ideal Bagi Keluarga Muda Urban.

    Mengenal Padasuka TV: Media Online yang Mengupas Beragam Isu Sosial, Politik, Budaya, dan Keagamaan di Indonesia

No Result
View All Result
padasuka.tv
No Result
View All Result
Home Kabar

Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

Redaksi Padasuka TV by Redaksi Padasuka TV
4 Agustus 2026 16:13
in Kabar, Kajian & Opini
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on LinkedinEmail

Oleh Yusuf Mars

Wacana duet KH Ma’ruf Amin sebagai Rais Aam PBNU dan KH Said Aqil Siroj sebagai Ketua Umum PBNU mencuat di tengah ikhtiar Nahdlatul Ulama keluar dari konflik internal yang telah menguras energi organisasi. Meski belum menjadi keputusan resmi, wacana ini layak dibaca bukan sekadar sebagai kompromi elite, melainkan sebagai opsi serius untuk menata ulang arah NU di abad kedua

Konflik PBNU memberi pelajaran penting: NU tidak cukup dipimpin oleh figur yang kuat secara struktural atau administratif semata. NU membutuhkan kepemimpinan yang memiliki otoritas moral, legitimasi keulamaan, serta kemampuan merangkul lintas faksi dan generasi. Di titik inilah relevansi duet ini mulai menemukan pijakannya.

KH Ma’ruf Amin membawa modal otoritas keulamaan yang nyaris tanpa tanding. Pengalamannya sebagai Rais Aam PBNU, Ketua Umum MUI, hingga Wakil Presiden RI membentuk karakter kepemimpinan yang matang, sabar, dan cenderung meneduhkan. Ia terbiasa menjadi penentu terakhir dalam situasi pelik, bukan aktor yang memperuncing konflik.

Keputusan Kiai Ma’ruf untuk mundur dari jabatan Ketua Dewan Syura PKB dan Ketua Wantim MUI mempertegas satu pesan penting: menjaga marwah dan jarak Rais Aam dari politik praktis. Bagi NU, ini krusial. Rais Aam bukan sekadar posisi struktural, melainkan simbol kebijaksanaan kolektif, pengayom jam’iyah, dan penjamin adab organisasi.

Sementara itu, KH Said Aqil Siroj menawarkan kapasitas manajerial, jejaring global, dan pengalaman organisatoris yang teruji. Sepuluh tahun memimpin PBNU membuatnya memahami NU bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi sebagai kekuatan sosial-budaya dan geopolitik. Di bawah kepemimpinannya, NU tampil lebih percaya diri di panggung nasional dan internasional sebagai representasi Islam moderat, inklusif, dan berpengaruh.

Jika Kiai Ma’ruf adalah jangkar moral dan simbol persatuan, maka Kiai Said adalah mesin penggerak organisasi. Yang satu menenangkan dan mengislahkan, yang lain mengakselerasi dan mengeksekusi.

Duet ini bukan sekadar pembagian peran, melainkan potensi sinergi strategis: stabilitas di pucuk syuriah dan daya dorong kuat di tanfidziyah.

Dalam konteks NU abad kedua, kombinasi ini berpotensi membawa NU bukan hanya pulih dari konflik, tetapi melesat—mengonsolidasikan internal, memperkuat peran global, sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan yang lebih tertata.

Duet ini dapat menjadi jembatan transisi: meredam ketegangan hari ini sambil menyiapkan NU untuk fase kepemimpinan berikutnya.
Namun, perlu ditegaskan: figur besar tidak otomatis menang. Dalam tradisi NU, penentu akhir tetap berada di tangan muktamirin. Mereka membawa mandat cabang dan wilayah, dengan pertimbangan yang sering kali lebih pragmatis: keseimbangan internal, aspirasi daerah, serta kebutuhan regenerasi.

Karena itu, wacana duet Kiai Ma’ruf–Kiai Said hanya akan menemukan bentuk nyata jika mampu meyakinkan muktamirin bahwa pasangan ini bukan nostalgia masa lalu, melainkan solusi realistis untuk masa transisi NU. Tanpa dukungan akar struktural, duet ini akan berhenti sebagai diskursus elite.

Pada akhirnya, perdebatan tentang duet ini bukan semata soal siapa menjadi Rais Aam dan siapa menjadi Ketua Umum PBNU. Ini adalah ujian kedewasaan NU dalam mengelola perbedaan dan ego kekuasaan. NU di abad kedua tidak kekurangan tokoh. Yang diuji justru kemampuannya menempatkan persatuan di atas ambisi. Jika gagal, siapa pun yang terpilih, konflik hanya akan berganti wajah saja.

Yusuf Mars
CEO @PadasukaTV
CEO Lembaga Kajian Strategis Islam Nusantara dan Asia Tenggara (LEKSINAT)
Mahasiswa Doktoral Sejarah Peradaban Islam UNUSIA

Tags: buyasasketumpbnukiaimarufaminkiaisaidnupbnuroisaam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Gestur Politik KH Miftachul Akhyar dalam Resolusi Konflik PBNU

Next Post

Siapa yang Mengingkari Islah PBNU? Membaca Ulang Pernyataan Gus Yahya soal Sekjen

Redaksi Padasuka TV

Redaksi Padasuka TV

Tim Redaksi Padasuka TV

Next Post
Siapa yang Mengingkari Islah PBNU? Membaca Ulang Pernyataan Gus Yahya soal Sekjen

Siapa yang Mengingkari Islah PBNU? Membaca Ulang Pernyataan Gus Yahya soal Sekjen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected

  • 281k Subscribers
  • 22.000 Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH. Imam Jazuli dan Integritas Anti-Kemapanan NU

KH. Imam Jazuli dan Integritas Anti-Kemapanan NU

4 Agustus 2026 16:16
Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

Wacana Duet Kiai Ma’ruf Amin–Kiai Said Aqil Mencuat Sebagai Rois Aam dan Ketum PBNU, Seberapa Realistis?

4 Agustus 2026 16:13
PKB Turun Gunung! Ribuan Santri dan Kader NU Geruduk Trans7 Bela Marwah Ulama

PKB Turun Gunung! Ribuan Santri dan Kader NU Geruduk Trans7 Bela Marwah Ulama

4 Agustus 2026 16:01
PKB Ngamuk! Ratna Juwita Desak KPI Cabut Hak Siar Trans7

PKB Ngamuk! Ratna Juwita Desak KPI Cabut Hak Siar Trans7

4 Agustus 2026 16:02

Mengenal Padasuka TV: Media Online yang Mengupas Beragam Isu Sosial, Politik, Budaya, dan Keagamaan di Indonesia

0

Padasuka TV: Menyelami Beragam Aspek Kehidupan Melalui Media Digital

0

Padasuka TV: Menyajikan Perspektif Baru tentang Dinamika Sosial dan Budaya di Indonesia

0

Membongkar Peran Padasuka TV dalam Menyajikan Berita Teraktual di Indonesia

0
Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

7 September 2026 15:52
Gus Rozin Usung Misi Mengembalikan Kedaulatan NU Jelang Muktamar ke-35

Gus Rozin Usung Misi Mengembalikan Kedaulatan NU Jelang Muktamar ke-35

7 Agustus 2026 01:04
KH. Imam Jazuli dan Integritas Anti-Kemapanan NU

Kyai Imam Jazuli: Ber-NU Tak Cukup Karena Keturunan, Ini Dasar Menjadi Nahdliyyin Sejati

7 Agustus 2026 01:05
Live: Mencari Format Ideal Kepemimpinan NU l Refleksi Kepemimpinan dan Arah Muktamar ke-35

Live: Mencari Format Ideal Kepemimpinan NU l Refleksi Kepemimpinan dan Arah Muktamar ke-35

4 Agustus 2026 15:42

Recent News

Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

7 September 2026 15:52
Gus Rozin Usung Misi Mengembalikan Kedaulatan NU Jelang Muktamar ke-35

Gus Rozin Usung Misi Mengembalikan Kedaulatan NU Jelang Muktamar ke-35

7 Agustus 2026 01:04
KH. Imam Jazuli dan Integritas Anti-Kemapanan NU

Kyai Imam Jazuli: Ber-NU Tak Cukup Karena Keturunan, Ini Dasar Menjadi Nahdliyyin Sejati

7 Agustus 2026 01:05
Live: Mencari Format Ideal Kepemimpinan NU l Refleksi Kepemimpinan dan Arah Muktamar ke-35

Live: Mencari Format Ideal Kepemimpinan NU l Refleksi Kepemimpinan dan Arah Muktamar ke-35

4 Agustus 2026 15:42
padasuka.tv

Padasuka.TV adalah platform media digital dan berbagi informasi positif di bidang Sosial, Politik, Budaya dan Keagamaan, terutama Islam dan tradisi nahdliyin.

Follow Us

Browse by Category

  • Ad-Release
  • Kabar
    • Keagamaan
    • Politik
    • Sosial Budaya
  • Kajian & Opini
  • Khazanah Keislaman
  • Kisah Sejarah
  • Podcast & Video
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi Buku

KABAR TERBARU

Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

Pasca-Muktamar, PCNU Tangsel: Tanfidziyah Butuh Teknokrat, Syuriyah Harus Diisi Kiai yang Faqih, Muharrik dan Munadhim

7 September 2026 15:52
Gus Rozin Usung Misi Mengembalikan Kedaulatan NU Jelang Muktamar ke-35

Gus Rozin Usung Misi Mengembalikan Kedaulatan NU Jelang Muktamar ke-35

7 Agustus 2026 01:04
  • Tentang Kami
  • Kerja Sama
  • Kirim Tulisan
  • Kontak Kami

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Podcast & Video
  • Kabar
    • Keagamaan
    • Politik
    • Sosial Budaya
  • Kajian & Opini
  • Sastra
    • Cerpen
    • Puisi
    • Resensi Buku
  • Khazanah Keislaman
  • Kisah Sejarah
  • Ad-Release

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.