TAPANULI TENGAH, Padasuka.tv — Founder Jendela Dunia Kita, Rustini Muhaimin Iskandar, menggelar kampanye Gerakan Ayo Membaca di Madrasah Ibtidaiyah (MI) NU Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Selasa (21/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025, yang puncaknya akan dilaksanakan di titik nol peradaban Islam Nusantara, Barus, pada Rabu (22/10/2025).
Dalam sambutannya, Rustini menegaskan bahwa kehadiran Jendela Dunia Kita merupakan wujud komitmen untuk menyalakan semangat literasi di kalangan anak-anak Indonesia, khususnya di madrasah dan daerah pelosok.
“Jendela Dunia Kita hadir untuk membuka pintu keajaiban ilmu bagi anak-anak Indonesia. Kami percaya, setiap buku yang dibaca adalah jendela yang membuka masa depan,” ujarnya penuh semangat.
Rustini juga mengajak para siswa untuk berani bermimpi besar melalui bacaan.
“Adik-adik semua, mari bermimpi besar lewat bacaan. Mungkin sekarang kalian membaca cerita, tapi kelak kalianlah yang akan menulis sejarah,” tuturnya yang disambut tepuk tangan meriah para siswa.
Ia berharap, semangat membaca yang dimulai dari Barus dapat menular ke seluruh pelosok negeri.
“Saya berharap gerakan ini menular, dari satu madrasah ke madrasah lain. Jadikan membaca bukan sekadar kegiatan, tapi kebiasaan. Semoga dari Barus, semangat membaca menjalar ke seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Usai kampanye literasi, Rustini—yang juga Ketua Dewan Pembina DPP Perempuan Bangsa—melanjutkan kegiatan bakti sosial bagi masyarakat Barus yang kurang mampu.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan makna Hari Santri sebagai momentum untuk meneguhkan kepedulian sosial.
“Kami hadir di sini bukan sekadar untuk silaturahmi, tapi sebagai bentuk nyata dari semangat santri: melayani, peduli, dan menebar manfaat,” katanya.
Rustini menambahkan, nilai-nilai keikhlasan dan gotong royong yang diwariskan para santri menjadi napas gerakan Perempuan Bangsa.
“Hari Santri mengingatkan kita pada keikhlasan dan gotong royong. Karakter santri untuk melayani, peduli, dan berbagi tidak boleh luntur sampai kapan pun,” tegasnya.
Ia menutup kegiatan dengan pesan penuh inspirasi:
“Kami ingin memastikan kehadiran Perempuan Bangsa terasa di tengah masyarakat yang membutuhkan. Mari mulai dari hal kecil di lingkungan sekitar. Semoga kegiatan ini menjadi ladang amal dan membawa keberkahan bagi semua,” ujarnya.
Dari Barus, Rustini menyerukan semangat untuk menyalakan energi perubahan.
“Dari Barus, kita nyalakan semangat Santri Mengabdi, Perempuan Beraksi, Indonesia Berdaya,” tutupnya.























